Breaking News:

Naudzubillah, Diduga Akibat Lama Belajar Daring, Banyak Laporan Anak di Riau Berperilaku Menyimpang

Komisi V DPRD Riau sudah mulai banyak ditemukan anak mulai berperilaku menyimpang di Riau sejak menjalani proses belajar mengajar dengan cara daring.

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: CandraDani
Tribunpekanbaru.com/Nasuha
Ketua Komisi V DPRD Riau Eddy M Yatim, yang mengaku mendapat banyak laporan dari masyarakat soal perilaku menyimpang anak-anak selama belajar daring. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Seiring dengan pandemi Covid-19 yang tidak berkesudahan ini, membuat banyak dampak negatif bagi masyarakat, terutama anak yang hanya menjalani proses belajar mengajar dengan cara daring.

Menurut laporan yang diterima Komisi V DPRD Riau sudah mulai banyak ditemukan anak mulai ber perilaku menyimpang di Riau.

Ini disebabkan karena proses belajar menggunakan daring atau menggunakan perangkat gadget, banyak hal negatif yang didapat anak daripada positif dengan menggunakan Handphone tersebut.

Hal ini dijelaskan ketua Komisi V DPRD Riau Eddy M Yatim, menurutnya laporan sudah banyak masuk ke mereka, lebih banyaknya dampak belajar daring ini penyimpangan perilaku anak.

"Jadi ini sangat meresahkan kita anak-anak di Riau dalam beberapa kasus, mulai ber perilaku menyimpang,"ujar Eddy Yatim kepada tribunpekanbaru.com.

Hal senada juga sesuai data yang dilaporkan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak di Riau, perilaku anak mulai banyak yang aneh sejak mereka akrab dengan gadget tersebut.

"Perilaku menyimpang ini misalnya di satu daerah di Riau ada yang melakukan hubungan dengan bapaknya, ada yang dengan saudara kandungnya, jadi berdasarkan analisa dari perlindungan anak, penyebabnya karena belajar daring,"ujar Eddy Yatim.

Kasus seperti ini menurut Eddy Yatim sudah banyak di Riau, ditambah lagi banyaknya keluhan orangtua yang disampaikannya langsung ke DPRD.

"Jadi ini akan menghancurkan satu generasi kita, dengan belajar sistem daring ini,"ujarnya.

Makanya komisi V DPRD Riau tetap meminta kepada Gubernur untuk tetap menjalankan proses belajar tatap muka, nun dengan catatan protokol kesehatan ketat serta membatasi jumlah siswa yang belajar di ruangan.

"Kita buat seketat mungkin, karena ini ancaman untuk masa depan generasi kita ke depan,"ujar Eddy Yatim.( Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved