Breaking News:

Ungkapan Hati Tukang Becak di Filipina setelah Negara Memberlakukan Lockdown

Sejak negara memberlakukan lockdown kondisi warga Filipina begitu miris. Seorang tukang becak mencurahkan perasaannya terkait nasib

Editor: Budi Rahmat
Gambar oleh Dr StClaire dari Pixabay
Pandemi Covid-19 yang mengharuskan negara berlakukan lockdown 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Miris, beginilah kondisi warga filipina setelah diberlakukan lockdown di negara tersebut

Pembatasan yang diberlakukan pemerintah telah mebuat perekonomian di negara tersebut berantakan.

Warganya ada yang kelaparan, PHK besar-besaran dan penyakit sosial lainnya yang menjadi efek dari kebijakan tersebut.

Bahkan salah seroang warga menceritakan bagaimana derita yang ia alami setelah negara memberlakukan lockdown.

Untuk memenuhi kebutuhan harian saja begitu sulitnya.

Baca juga: Singapura Mulai Transisi Hidup bersama Covid-19, Lockdown Parsial Jilid 2 Dicabut 9 Agustus 2021

Baca juga: CORONA Muncul Lagi di Wuhan, Tes Covid Besar-besaran Digelar, Warga China Panik Terancam Lockdown

Tidak hanya itu saja, warga juga sangat kepayahan untuk membeli kebutuhan harian lainnya

Cerita Pengemudi Becak

Pengemudi becak motor di Filipina, Jesus Gomez (77), sudah berjuang keras mencari nafkah bahkan sebelum ibu kota Manila lockdown lagi minggu lalu.

Lockdown Manila membuat sebagian besar pelanggannya tidak beranjak dari rumah dan mengurangi separuh pendapatannya yang tak seberapa.

Sewa kontrakannya menunggak enam bulan dan tidak ada uang untuk membeli gas masak.

Selain Gomez, ada ratusan orang lainnya yang pada Rabu (11/8/2021) mengantre penerimaan bantuan pemerintah 1.000 peso (Rp 285.000) di lapangan basket.

Sekitar 80 persen dari 13 juta orang lebih di Manila memenuhi syarat Bantuan Langsung Tunai (BLT)'> Bantuan Langsung Tunai (BLT) satu kali, untuk meringankan penderitaan ekonomi akibat lockdown terbaru.

"Ini sangat membantu karena jika tidak ada bantuan tunai saya tidak bisa membeli gas (masak)," kata Gomez, yang selama lockdown penghasilannya paling banter hanya 200 peso (Rp 57.000) sehari.

Pembatasan yang diberlakukan sejak awal pandemi menghancurkan ekonomi Filipina, menimbulkan jutaan PHK, dan membuat banyak keluarga kelaparan.

Baca juga: Hampir Mustahil Warga Berani Melanggar, Lihatlah, Begini Ketatnya Lockdown di Australia

Baca juga: Presiden Jokowi Ungkap Alasan Mengapa Indonesia Tak Bisa Lockdown, Masih Semi Saja, Semua Menjerit

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved