Breaking News:

Ungkapan Hati Tukang Becak di Filipina setelah Negara Memberlakukan Lockdown

Sejak negara memberlakukan lockdown kondisi warga Filipina begitu miris. Seorang tukang becak mencurahkan perasaannya terkait nasib

Editor: Budi Rahmat
Gambar oleh Dr StClaire dari Pixabay
Pandemi Covid-19 yang mengharuskan negara berlakukan lockdown 

Lonjakan kasus Covid-19 sebagian akibat varian Delta yang sangat menular, memicu lockdown di ibu kota dan daerah lainnya.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte baru-baru ini mengatakan, negara itu tidak bisa lockdown lagi.

Tetapi dengan hanya sekitar 10 persen dari populasi yang divaksinasi penuh dan rumah sakit terisi cepat, pemerintah hanya punya sedikit pilihan untuk memperlambat penyebaran virus corona.

Aturan yang lebih ketat, yang mencakup jam malam delapan jam serta larangan makan di restoran dan olahraga di luar ruangan, diperkirakan akan merugikan ekonomi sekitar 3 miliar dollar AS (Rp 43,11 triliun) per minggu.

"Bahkan satu peso pun penting"

Enriqueta Guerrero (68) mengatakan, dia dulu bergantung pada anak-anaknya untuk menambah penghasilan 100 peso (Rp 28.500) sehari setelah membersihkan dan memasak sebagai Asisten Rumah Tangga (ART).

Namun, mereka kini kesulitan untuk memenuhi kebutuhan selama pandemi, jelasnya sambil duduk di kursi plastik menunggu namanya dipanggil untuk mengambil BLT.

“Kalau saya tidak bekerja, saya tidak makan,” kata Guerrero, yang berencana menggunakan bantuan itu untuk membeli bahan makanan pada Minggu, satu-satunya hari liburnya.

Sementara itu Gomez bercerita, sekarang satu peso (Rp 285) pun sangat penting baginya.

"Sebelumnya saya bisa mudah bekerja dengan becak motor, tapi sekarang bahkan satu peso pun penting," kata Gomez kepada AFP, sebelum berjalan kembali ke kendaraannya dengan harapan menemukan pelanggan yang kini langka.

Gomez berkata, dia hanya diizinkan bekerja setiap dua hari dalam aturan terbaru, untuk memastikan para pengemudi memiliki kesempatan mendapatkan uang.

Baca juga: Jokowi Tegaskan Tak Bisa Lakukan Lockdown di Indonesia, Belum Menjamin Permasalahan Selesai

Baca juga: Beda dengan Corona Varian Delta, Begini Ganasnya Varian Delta Plus yang Bikin India Kembali Lockdown

Tapi itu tidak cukup.

Gomez berutang 20.000 peso (Rp 5,7 juta) kepada pemilik kontrakannya dan terancam diusir. Ia sampai menjual AC-nya belum lama ini untuk menambah pemasukan.

Jika perlu, Gomez mengaku akan menjual becak motornya untuk menutupi utangnya.

Tapi itu akan menjadi pilihan terakhirnya, kata Gomez, yang berencana untuk tetap bekerja hingga usia 80-an.

Sumber Kompas.com

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved