Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Anggota DPRD Pekanbaru Eri Sumarni: Kapan Realisasi Pasar Agus Salim Disulap Jadi SKS Pekanbaru?

Rencana Pemko Pekanbaru akan menyulap Pasar Agus Salim, menjadi kawasan Sentra Kuliner Street (SKS) Pekanbaru, hingga kini masih sebatas wacana.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Rencana Pemko Pekanbaru akan menyulap Pasar Agus Salim, menjadi kawasan Sentra Kuliner Street (SKS) Pekanbaru, hingga kini masih sebatas wacana. FOTO: Sejumlah lapak pedagang yang berada di Jalan Agus Salim, Pekanbaru, Rabu (7/7/2021). (www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir)  

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Rencana Pemko Pekanbaru akan menyulap Pasar Agus Salim, menjadi kawasan Sentra Kuliner Street (SKS) Pekanbaru, hingga kini masih sebatas wacana.

Bahkan kini, pasar yang berlokasi di Jalan Agus Salim ini, makin disesaki pedagang, hingga memakan badan Jalan Agus Salim tersebut.

Kondisi ini lah yang dipertanyakan Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru Eri Sumarni. Politisi Partai Hanura ini meminta, agar OPD terkait harus gencar melakukan sosialisasi kepada pedagang. 

Fokusnya tentu menegaskan kepada pedagang, bahwa di lokasi tersebut akan dibangun sentra kuliner. Sehingga nanti saat dilakukan eksekusi, jangan sampai timbul masalah. Seperti halnya minta ganti rugi dan lainnya.

"Konsepnya sangat bagus, pasar wisata. Tapi kapan action plan-nya. Di satu sisi, pedagang makin bertambah tiap hari. Ini harus dipikirkan," kata Eri Sumarni kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu (15/8/2021).

Lebih lanjut disampaikan, karena konsep Pasar Agus Salim ini sudah lama direncanakan, dia berharap, agar sebelum masa periodesasi kepemimpinan Walikota Firdaus Ayat Cahyadi berakhir (Mei 2022), maka kawasan SKS Pekanbaru ini harus direalisasikan.

"Jangan sampai hanya tinggal kenangan saja," sebutnya mengingatkan.

Sesuai Konsep Pemko Pekanbaru, Kawasan SKS Pekanbaru ini nanti, akan dibagi tiga segmen. Segmen pertama, difungsikan sesuai fungsi jalan tempat melintas, dan pedestrian yang diberlakukan mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.

Selama jam yang ditetapkan itu kawasan tersebut bebas dari pedagang. Karena difungikan untuk lintasan umum.

Untuk segmen kedua, mulai pukul 17:00 hingga pukul 01.00 WIB, dimanfaatkan sebagai lokasi bagi pelaku UMKM, dan sejenisnya. Bisa usaha kuliner dan industri kreatif, yang difokuskan  membangun perekonomian.

Segmen ketiga, mulai pukul 01.00 hingga pukul 08.00 WIB pagi, bisa digunakan oleh pedagang tradisional yang kini jualan di sana. Dengan demikian, penataan kawasan Agus Salim nanti, menjadi lebih rapi dan berfungsi dengan baik, tanpa menghilang aktifitas sekarang. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved