Breaking News:

Napi Kabur Loncat Jendela Saat Dirawat di RSUD Dumai, Pelarian Gagal Gara-gara Pasien di Sebelahnya

Seorang narapidana (Napi) kabur loncat jendela RSUD Dumai, namun pelariannya berhasil digagalkan berkat pasien di sebelahnya.

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Donny Kusuma Putra
Seorang narapidana (Napi) kabur loncat jendela RSUD Dumai, namun pelariannya berhasil digagalkan berkat pasien di sebelahnya. FOTO: RSUD Dumai, gambar diambil beberapa waktu lalu. 

YD menelpon kawannya melalui handphone yang dipinjamnya dari pasien yang dirawat di sebelah tempat tidurnya.

Pada temannya, YD minta dijemput di areal Pasar Senggol Jalan Sudirman.

‎"Karena sudah dirawat beberapa hari di RSUD YD ini sudah menggambar situasi. Termasuk saat borgolnya kita lepas untuk pemeriksaan, karena takut mengganggu pemeriksaan kesehatan oleh petugas medis. Nah, kelengahan ini lah yang dimanfaatkan oleh YD untuk mencoba lari," imbuhnya.

Ia mengatakan, setelah warga binaan tersebut dapat ditangkap kembali oleh petugas, pihaknya membawanya ke Rutan Dumai dan dimasukkan ke dalam kamar strap sel, setelah mendapat izin dibawa pulang dari dokter RSUD Dumai.

"Dengan mencoba melarikan diri, Napi tersebut akan diberikan sanksi sesuai dengan Peraturan Kementerian Hukum dan HAM RI No 6 Tahun 2013, yakni segala hak-haknya akan dicabut. Artinya Napi tersebut tidak akan mendapat remisi dalam tahun ini," tegasnya.

Pandu menerangkan agar peristiwa tersebut tak terulang lagi, pihaknya akan lebih selektif lagi untuk merujuk warga binaan yang akan dirawat di RSUD Dumai.

"Kedepan kami juga akan tempatkan anggota untuk berjaga di dalam kamar atau ruangan tempat warga binaan di rawat. Memang saat itu petugas hanya berjaga di depan pintu kamar, sehingga pengawasannya sempat lengah," pungkasnya.

(tribunpekanbaru.com/donny kusuma putra)

Berita Dumai lainnya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved