Breaking News:

Pusat Perbelanjaan Terpaksa Rumahkan Karyawan Selama PPKM Level 4 di Pekanbaru

Selama 3 pekan berlangsungnya PPKM Level 4 di Pekanbaru, pusat perbelanjaan atau mal buka dengan terbatas.

Penulis: Rino Syahril | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Selama 3 pekan berlangsungnya PPKM Level 4 di Pekanbaru, pusat perbelanjaan atau mal buka dengan terbatas. FOTO: Suasana Mal Pekanbaru pada Rabu (27/5/2020). Pihak manajemen Mal Pekanbaru menerapkan protokol kesehatan. (www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Selama 3 pekan berlangsungnya PPKM Level 4 di Pekanbaru, pusat perbelanjaan atau mal buka dengan terbatas.

Tentunya sangat merugikan sekali bagi pengelola dan juga para pedagang yang memiliki tenan di Mal.

Pasalnya ribuan pedagang menggantungkan hidupnya di pusat-pusat perbelanjaan.

Menurut Corporate Secretary PT Bima Sakti Pertiwi Tbk (Mal Pekanbaru) Riza Budi, selama 3 pekan ini saja entah berapa kerugian yang dialami pengelola dan pedagang.

"Ditambah satu pekan lagi tentunya kerugian yang kita alami dan para pedagang terus bertambah," ujar Corporate Secretary PT Bima Sakti Pertiwi Tbk (Mal Pekanbaru) Riza Budi kepada Tribun, Minggu (15/8/2021).

Sebagai warga negara tentunya kata Riza Budi, pihaknya sangat mematuhi aturan pemerintah.

"Tapi kita berharap agar ada keringanan dari pemerintah. Harapan kita kepada pemerintah tentu berharap pusat perbelanjaan bisa diizinkan untuk beroperasional seperti semula," ucap Riza.

Apalagi tambah Riza, seperti diketahui pusat-pusat perbelanjaan telah melaksanakan prokes yang ketat selama ini.

"Jadi kalau semakin lama pusat perbelanjaan ditutup tentu akan sangat mempengaruhi roda perekonomian, karena ribuan pedagang dan karyawan mengantungkan hidup dipusat-pusat perbelanjaan," ungkap Riza.

Untuk mengurangi pengeluaran tambah Riza, sementara ini karyawan masih dirumahkan.

Tetapi kalau semakin lama dilakukan penutupan tidak tertutup akan dilakukan langkah pengurangan karyawan.

Saat disinggung berapa kerugian yang dialami selama 3 pekan ini?

"Untuk kerugian kita belum bisa mengetahui besarannya tapi yang pasti sangat besar. Namun saat sekarang yang harus kita lakukan bagaimana caranya supaya kami masih tetap bisa bertahan, karena pastinya akan butuh waktu lama untuk recovery kondisi ini akibat penutupan pusat perbelanjaan," ungkap Riza.

Sementara itu General Manager (GM) Mal SKA Pekanbaru Agus Salim menyampaikan, terkait aturan PPKM Level 4 pusat perbelanjaan tidak buka dan hanya buka terbatas pihaknya hanya mengikuti aturan pemerintah saja.

"Selama PPKM Level 4 sampai tahap 3 ini pihaknya tetap mematuhi aturan pemerintah dan hanya buka terbatas saja," ujar Agus Salim.

Untuk itu Agus Salim berharap semoga semua pihak bisa tekan positivity rate Pekanbaru dan vaksinasi ditingkatkan untuk capai herd immunity agar segera kembali ke kehidupan normal.

Sebelumnya Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Riau Rienty Masriel mengatakan sehubungan dengan berlangsungnya PPKM Level pusat perbelanjaan terus mengikuti keputusan pemerintah tersebut.

"Tetapi kami sangat berharap untuk pusat perbelanjaan bisa beroperasional karena kami telah menerapkan prokes yang sangat ketat, karena dengan tutupnya pusat perbelanjaan ini sangat besar efeknya terhadap pelaku usaha dan juga ribuan karyawan yang bekerja di pusat-pusat perbelanjaan," ujar Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Riau Rienty Masriel

Untuk itu Rienty Masriel berharap dengan tidak beroperasinya mal hendaknya adanya insentif atau penghapusan PBB, pajak reklame dan juga meniadakan sementara biaya pemakaian minimum PLN, serta perpanjangan waktu pembayaran tagihan PLN. (Tribunpekanbaru.com/Rino Syahril).

Berita PPKM Level 4 lainnya

Berita Pekanbaru lainnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved