Breaking News:

Satpolair Polres Bengkalis Amankan Satu Tersangka Terkait Penyeludupan WNA Rohingnya di Rupat

Satpolair Polres Bengkalis berhasil mengamankan satu orang tersangka terkait penyeludupan WNA Rohingnya di Rupat.

Penulis: Muhammad Natsir | Editor: Ariestia
Istimewa
Satu tersangka lagi berhasil diamankan Satpolair Polres Bengkalis terkait warga Rohingnya yang sempat terdampar di Perairan Pulau Rupat. 

Tidak putus asa, petugas melakukan penelusuran dan penyisiran sekitar daerah pesisir dan pantai di sana.

Hasil penyisiran petugas didapatkan speedboat yang sudah terdampar disekitaran hutan bakau di Kuala Sungai Desa Putri Sembilan.

"Dari penyisiran inilah ditemukan warga negara asing berjenis kelamin perempuan sebanyak empat orang. Mereka berkewarganegaraan Nyanmar yang merupakan pengungsi Rohingnya dan memiliki identitas UNHCR," tambah Kapolres.

Dari temuan ini speedboat dan mesinnya langsung diamankan petugas.

Serta terus dilakukan penyelidikan mendalam temuan speedboat tersebut.

Hasilnya diketahui ada keterkaitan dari warga Rupat dalam upaya penyeludupan ini. Setelah melakukan olah TKP dan penelusuran lebih dalam petugas Satpolair Polres Bengkalis berhasil mengamankan satu orang bernama Pian.

"Pian ini warga desa Sungai Cingam, dan juga residivis yang baru keluar dari Lapas Bengkalis dengan kasus yang sama," ungkap Hendra.

Tersangka diamankan petugas pada Senin (2/8) lalu sekitar pukul 22.20 WIB di desa Teluk Rhu Kecamatan Rupat Utara.

Dari pemeriksaan Pian ini diperoleh bahwa dia mendapatkan order ini dari rekannya bernama Akop untuk mengantarkan orang ini ke Malaysia dan berhasil mengamankannya.

"Akop ini sebagai perantara dari Orang Medan yang memesan untuk mengantarkan empat WNA ini ke Malaysia. Saat ini orang dari Medan ini dalam status DPO," terang Kapolres.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved