Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Muncul Desakan Belajar Tatap Muka, Tanggapan DPRD Pekanbaru: Sikon di Pekanbaru Sudah Memungkinkan?

Daerah yang sudah memasuki PPKM Level 1-3, sudah bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
FOTO ILUSTRASI - Suasana belajar tatap muka perdana di SDN 110 Pekanbaru, Selasa (9/2/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Daerah yang sudah memasuki PPKM Level 1-3, sudah bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.

Pernyataan ini ditegaskan Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbudristek Jumeri, akhir pekan kemarin.

Katanya, kebijakan ini sudah bisa dilaksanakan, karena desakan siswa, guru serta orangtua, agar bisa PTM segera, khususnya siswa umur di bawah 12 tahun. Namun tetap mengedepankan protokol kesehatan yang ketat.

Lalu, bagaimana di Kota Pekanbaru?

Wakil Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru H Ervan menjelaskan, jika situasi dan kondisi (Sikon) di Kota Pekanbaru sudah memungkinkan, digelar belajar tatap muka dengan persyaratannya, maka harus segera dilaksanakan.

"Sampai sekarang kan di Kota Pekanbaru masih PPKM Level 4. Mudah-mudahan dalam pekan ini turun, hingga level terendah (Level 1-2)," harapnya saat berbincang dengan Tribunpekanbaru.com, Senin (16/8/2021).

Jika menelisik angka penyebaran Covid-19 di Kota Pekanbaru beberapa hari belakangan ini, Politisi Partai Gerindra ini optimis belajar tatap muka bisa digelar.

Terutama untuk merealisasikan usia siswa di bawah 12 tahun tersebut.

Artinya, untuk siswa umur di tingkat SD, besar kemungkinan diprioritaskan belajar tatap muka.

Sebab, umur siswa di usia ini, jika terlalu lama tidak belajar di sekolah, maka dikhawatirkan akan sulit berkembang ke depannya.

"Kita juga meminta kepada Pemko untuk mempersiapkan anjuran Kemendikbudristek ini. Kasihan anak-anak kita tak sekolah, terutama tingkat SD ini. Maka petakan daerahnya dari sekarang," kata H Ervan lagi.

Lebih dari itu, H Ervan juga meminta kepada Pemko, untuk memetakan daerah di Kota Pekanbaru, yang tidak masuk zona merah.

Daerah ini disarankan juga bisa dilakukan belajar tatap muka terbatas.

Sebab, jika menunggu Kota Pekanbaru secara keseluruhan sudah zona hijau, akan memakan waktu lama.

"Saran ini juga perlu dipertimbangkan Walikota. Kan tidak semua daerah di Kota Pekanbaru zona merah. Tidak salah juga, sekolahnya dibuka dengan ketentuan yang ada. Seperti 25 persen formasi siswanya, masuk dua kali sepekan dan dua jam paling lama di sekolah. Sudah mulai lah ini dipikirkan Pemko, jangan terlalu kaku mengikuti pusat," saran H Ervan. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved