Breaking News:

DPRD Pekanbaru

DPRD Pekanbaru Minta Razia PPKM Tak Membabi Buta, Motivasi Tekan Angka Covid-19 Bukan Orientasi Uang

Kalangan DPRD Pekanbaru menilai belakangan ini, razia PPKM Level 4 sudah berorientasi kepada denda uang.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
TRIBUNPEKANBARU/DODI VLADIMIR
Sejumlah warga sedang membayar denda saat terjaring razia PPKM Level 4 di Jalan HR Soebrantas, Pekanbaru, Senin (2/8/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kalangan DPRD Pekanbaru menilai belakangan ini, razia PPKM Level 4 sudah berorientasi kepada denda uang.

Padahal, motivasi Perda No 7 Tahun 2021 tentang perlindungan masyarakat dari penyebaran dan dampak Covid-19, untuk menekan laju angka penyebaran virus corona.

Karenanya tidak heran, razia yang dilakukan Tim Satgas Covid Pekanbaru, dinilai masih mengedepankan denda uang atau sanksi administrasi, ketimbang memberi pencerahan kepada pemilik usaha tempat razia.

Sebab di lapangan, tidak lah semua tempat usaha melanggar protokol kesehatan, terutama soal kapasitas 25 persen pelanggan.

Ketua Pansus Perda No 7 Tahun 2021 DPRD Pekanbaru Roni Pasla menegaskan, bahwa aturan ini dibuat sesungguhnya, bukan mengejar target denda.

Karena, jika ini yang dikedepankan, maka makin menambah penderitaan masyarakat.

"Perlu diingat, bahwa sanksi ini semangatnya bukan untuk menambah PAD. Tapi, tegas saya sampaikan, bagaimana bisa menekan penularan covid-19, " kata Roni Pasla kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (16/8/2021).

Pernyataan ini disampaikan Politisi PAN ini, karena banyak pelaku UMKM memprotes razia tersebut.

Bahkan dinilai tebang pilih, karena penegakkan sanksi tidak adil meski jenis usaha sama.

Lebih dari itu, sejumlah pelaku UMKM merasa diteror dengan aturan PPKM yang dibuat.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved