Breaking News:

5 Jam Pikul Kandang Isi Orangutan Seberat 120 Kg, Jalan Kaki 3 Jam Demi Pelepasliaran Sun Ghou Kong

Pelepasliaran orangutan Sun Ghou Kong butuh perjuangan. Tim harus jalan kaki selama 3 jam dan pikul kandang berisi orangutan seberat 120 kilogram

istimewa
Tim release yang melakukan pelepasan orangutan Sun Ghou Kong di Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) Inhu. 

"Pertama kali tiba di Stasiun SORC Sungai Pengian pada 27 Februari 2011 sekira umur lima tahun," ujar Fifin.

"Dilepasliarkankan pada 29 Januari 2012 lalu saat berumur tujuh tahun di Hulu Sungai Belantik kawasan penyangga TNBT," imbuh Fifin.

Berdasarkan riwayat pelepasliaran, orangutan Sun Ghou Kong telah dilepas sebanyak lima kali.

Anak Singa Afrika yang disita dari dua orang tersangka sindikat perdagangan hewan internasional diperlihatkan di Kasangkulim Zoo di Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Minggu (15/12/2019). Terdapat 4 ekor anak singa, 1 anak leopard dan 58 kura-kura Indiana Star dengan total nilai miliaran rupiah diungkap oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau. Sebelumnya, satwa tersebut diselundupkan dari pelabuhan tikus di Dumai dari perairan Malaysia.
Orangutan. (Tribun Pekanbaru/Theo Rizky)

Berdasarkan hasil perjumpaan kembali orangutan Sun Ghou Kong berulang kali ditemukan di lokasi yang sama.

"Dapat dikatakan orangutan Sun Ghou Kong telah menguasai daerah jelajahnya," ujarnya.

"Lokasi pelepasliaran orangutan Sun Ghou Kong kali ini dipilih area baru dan belum dikenali," sambung Fifin.

Dipilihnya lokasi baru ini diharapkan dapat mendorong orangutan Sun Ghou Kong untuk mengeksplore habitat yang berbeda dan kembali liar di alam.

Berdasarkan pantauan dari awal pelepasliaran, orangutan Sun Ghou Kong masuk kategori orangutan yang cukup pintar.

Terbukti dari hasil analisis data harian pencapaian makan lebih dari 40 persen dengan didominasi memakan buah hutan.

Selain itu, Body Condition Score (BCS) terbilang stabil yaitu score tiga berarti ideal tubuh orangutan yang berada di alam liar.

"Harapan ke depannya, orangutan Sun Ghou Kong dapat bertahan hidup dan hidup harmonis dengan alam," harap Fifin.

"Mampu berkembangbiak guna kelangsungan populasi mereka di alam dan menyelamatkan satwa ini dari ambang kepunahan," lanjut Fifin.

Fifin menjelaskan pelepasliaran orangutan merupakan satu di antara kegiatan dalam Memorandum Saling Pengertian (MSP) antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Cq. Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem dengan Frankfrurt Zoological Society (FZS).

Tentang Program Konservasi Satwa Liar dan Habitatnya di TNBT.

Satwa liar orangutan memiliki status konservasi Critically Endangered atau terancam punah.

Berdasarkan daftar merah IUCN Orangutan Sumatera dan masuk kategori Appendix 1 menurut CITES yang berarti spesies ini tidak boleh diperdagangkan.

( Tribunpekanbaru.com / Bynton Simanungkalit )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved