Breaking News:

Siak

Gawat, Pejabat Desa Akui Diundang PT WSSI ke Hotel Berbintang di Pekanbaru untuk Teken Kesepakatan

Penghulu Kampung Buatan I, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak Ali Farmidi mengaku diundang PT WSSI di sebuah hotel di Pekanbaru untuk teken dokumen.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: CandraDani
Tribun Pekanbaru/Mayonal Putra
Warga kecamatan Koto Gasib datangi kantor DPRD Siak, menyampaikan aspirasi terkait konflik dengan PT WSSI, Kamis (15/7/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Penghulu Kampung Buatan I, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak Ali Farmidi blak-blakan terkait jalinan kesepatan untuk penebangan kayu di lahan PT Wana Subur Sawit Indah (WSSI).

Ia mengaku diminta pihak perusahaan itu untuk datang ke hotel berbintang di bilangan Sudirman, kota Pekanbaru hanya untuk meneken kesepakatan.

“Waktu itu saya datang ke hotel, pertemuan dilaksanakan di restoran hotel. Di sana kami hanya menandatangani kesepakatan bersama dengan PT WSSI, kalau nginapnya di hotel di dekat MP,” kata Ali Farmidi dihubungi Tribunpekanbaru.com, Rabu (18/8/2021) malam.

Ia mengatakan, setelah adanya pertemuan Pemkab Siak, DPRD Siak dengan Sekdaprov Riau dan Dinas LHK Riau di kantor Gubernur Riau 30 Juli 2021, Ali Farmidi dan Penghulu Kampung Buatan II Junaidi mengadakan pertemuan di KM 11 Kecamatan Koto Gasib.

Baca juga: Camat Koto Gasib Tidak Tahu Ada Pertemuan Penghulu Kampung dengan PT WSSI

Baca juga: Dituduh Hadir Pada Kesepakatan dengan PT WSSI, Ketua DPRD Siak dan Asisten I Sebut Itu Fitnah

Pertemuan tersebut membuat poin-poin kesepakatan dengan PT WSSI terkait besaran untung untuk dua kampung itu dari hasil penjualan kayu akasia di PT WSSI.

Poin-poin kesepakatan itu diketik oleh pihak PT WSSI sehingga penandatangannya dilakukan di hotel berbintang di Pekanbaru.

“Jadi saya ke Pekanbaru memakai uang pribadi. Cuma pembiayaan di hotel tersebut saya tidak tahu entah siapa, mungkin pihak perusahaan,” kata Ali.

Ali menguraikan, dari poin kesepakatan itu, kampung yang ia pimpin akan mendapatkan jatah Rp 30 ribu per ton kayu akasia yang dipanen.

Begitu pula dengan kampung Buatan II. Kesepakatan ini juga disetujui tokoh masyarakat sekaligus anggota DPRD Siak Robby Cahyadi.

“Robby Cahyadi ikut menandatangani kesepakatan ini sebagai tokoh masyarakat, bukan sebagai anggota dewan atau ketua koperasi,” kata Ali Farmidi.

Baca juga: VIDEO: Warga Gasib Datangi Kapolres Siak, Minta Perlindungan Terakait Konflik dengan PT WSSI

Baca juga: Surati Mentan agar Tinjau Ulang Izin Usaha PT WSSI di Siak, Minta Lahan Dikembalikan ke Negara

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved