Breaking News:

Siak

Gawat, Pejabat Desa Akui Diundang PT WSSI ke Hotel Berbintang di Pekanbaru untuk Teken Kesepakatan

Penghulu Kampung Buatan I, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak Ali Farmidi mengaku diundang PT WSSI di sebuah hotel di Pekanbaru untuk teken dokumen.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: CandraDani
Tribun Pekanbaru/Mayonal Putra
Warga kecamatan Koto Gasib datangi kantor DPRD Siak, menyampaikan aspirasi terkait konflik dengan PT WSSI, Kamis (15/7/2021). 

“Rapat tanggal 30 Juli 2021 yang saya hadiri tidak menyepakati apapun, kok informasinya dibuat ada kesepakatan. Inikan pembohongan publik,” kata dia.

Ketua DPRD Siak H Azmi dan Wakil Ketua I DPRD Siak Fairus mengatakan kesepakatan yang dibuat PT WSSI dengan penghulu kampung tersebut terkesan akal-akalan untuk memuluskan penebangan akasia.

Padahal masyarakat bersama DPRD Siak sedang berupaya mendorong gunernur Riau Syamsuar mencabut Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) yang mereka terbitkan.

“Kita tahulah, kesepakatan itu akal-akalan saja itu, agar mereka bisa paken akasia tersebut,” kata Azmi.

Ia menegaskan akan memanggil Penghulu Kampung Buatan I Ali Farmidi dan Buatan II Junaidi untuk hearing persoalan ini.

Kawasan PT WSSI ini melingkupi 4 kampung, namun kampung Buatan I dan Buatan II yang pro terhadap perusahaan.

“Kenapa kampung Rantau Panjang dan Sri Gemilang tidak diikutkan,” kata dia. (Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved