Breaking News:

Sebulan Berlalu, Ini Kondisi Terbaru Anugerah Daeli Korban Kasus Pengeroyokan Pasutri di Pelalawan

Sudah sebulan berlalu sejak kasus pengeroyokan Pasutri di Pelalawan yang dilakukan oleh 9 pekerja perusahaan, bagaimana nasib satu korban yang hidup?

Penulis: johanes | Editor: Ariestia
Polres Pelalawan
Hampir sebulan berlalu sejak kasus pengeroyokan Pasutri di Pelalawan yang dilakukan oleh 9 pekerja perusahaan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Hampir sebulan berlalu sejak kasus pengeroyokan Pasutri di Pelalawan yang dilakukan oleh 9 pekerja perusahaan, bagaimana nasib seorang korban yang masih hidup?

Korban yang bertahan hidup adalah si suami, Anugerah Daeli. Sedangkan istrinya tewas dalam tindakan penganiayaan tersebut. 

Kasus pengeroyokan Pasangan Suami Istri (Pasutri) Anugrah Daeli (35) dan Yulina Hia (29) dilakukan sembilan orang yang merupakan rekan kerjanya di perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) di Desa Petodaan Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan.

Korban Anugerah Daeli dan Yulina Hia disiksa secara keji oleh sembilan pelaku pekerja HTI pada tanggal 23 sampai 25 Juli lalu di sebuah camp areal PT RAPP sektor Pelalawan.

Penanganan kasus pengeroyokan Pasutri di Pelalawan berlanjut. 

Penganiayaan terhadap pasangan suami istri (Pasutri) Anugrah Daeli (35) dan Yulina (29) di Kabupaten Pelalawan terus didalami setelah berhasil dibongkar Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Pelalawan.
Penanganan kasus pengeroyokan Pasutri di Pelalawan berlanjut.  Penganiayaan terhadap pasangan suami istri (Pasutri) Anugrah Daeli (35) dan Yulina (29) di Kabupaten Pelalawan terus didalami setelah berhasil dibongkar Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Pelalawan. (Polres Pelalawan)

Korban diikat di dalam barak dan tubuhnya disulut menggunakan besi panas.

Kemudian kayu bakar yang masih memiliki bara juga ditempelkan ke tubuhnya.

Sang istri Yulina Hia meninggal dunia akibat penyiksaan ini dan sempat dikuburkan secara tidak wajar di areal hutan.

Sedangkan korban Anugerah Daeli berhasil kabur dan menyelamatkan diri serta melaporkan ke Polres Pelalawan hingga kasus ini berhasil diungkap polisi.

Satu bulan pasca penyiksaan sadis itu, korban Anugerah Daeli telah keluar dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selasih Pangkalan Kerinci.

Ia sempat dirawat di RSUD dan mendapat penanganan medis untuk menyembuhkan luka bakar di tubuhnya selama hampir dua pekan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved