Breaking News:

Desa Sungai Petai Percaya Diri Hadapi Digitalisasi: Luncurkan Aplikasi,Wujudkan Indonesia Terkoneksi

Aplikasi Halaman Kampung menurut Dia memang dibutuhkan warga saat mengurus berbagai keperluan surat.

ist
Aplikasi Halaman Kampung: Desa Sungai Petai, Kampar saat ini sudah menerapkan pelayanan publik berbasis aplikasi. Melalui aplikasi ini, warga bisa mengurus berbagai surat administrasi sesuai wewenang desa. Diluncurkan pada April 2021, mengantarkan Desa Sungai Petai sebagai desa digital pertama di Riau. 

Menurut Dia, dengan kondisi pandemi Covid-19, Indonesia bahkan di seluruh dunia dirangsang untuk melakukan berbagai aktivitas kehidupan non-digital menjadi kehidupan di ruang digital, termasuk humas pemerintahan.

“Saat ini Pemerintah dituntut lebih aktif dalam menyampaikan informasi kebijakan secara langsung melalui saluran media komunikasi pada masyarakat kapan saja dan dimana saja. Hal ini diperlukan agar masyarakat dapat merasakan kehadiran pemerintah secara nyata,” tuturnya dalam acara Jakarta Marketing Week 2021 yang berlangsung virtual dari Jakarta, Kamis (10/06/2021).

Dengan demikian, pandemi dan terobosan yang dilakukan Desa Sungai Petai dapat dijadikan momentum untuk mengakselerasi digitalisasi. Bahwa kondisi di atas selaras dengan peta  jalan Indonesia Digital Nation.

Dimulai dari pemerintahan digital yang mencakup regulasi dan kebijakan, kemudian diikuti masyarakat digital yang ditandai dengan aktivitas digital, aplikasi dan infrastruktur. Lalu ada ekonomi digital yang dimulai dengan Sumber Daya Manusia Digital, teknologi penunjang hingga riset dan inovasi.

Guna mempercepat proses digitalisasi tadi, pemerintah melalui Kementerian Kominfo telah mempersiapkan berbagai sektor pendukung. Seperti pembangunan jaringan kabel serat optik sepanjang 342.000 kilometer di serat optik daratan dan lautan. Dukungan 9 satelit telekomunikasi, microwave link, dan jaringan fiber-link. Pembangunan 500.000 Base Transceiver Stations (BTS) 4G diikuti Operasi Komersial 5G di 9 kota. Terakhir, membangun 4 Pusat Data Pemerintah.

Lalu untuk membangun SDM, Kementerian Kominfo meluncurkan program Gerakan Literasi Digital yang ditargetkan setidaknya 12,4 juta orang Indonesia setiap tahun. Kemudian, program Digital talent Scholarship yang yang dirancang khusus bagi Generasi Milenial Indonesia untuk 100.000 peserta setiap tahun. Diikuti program Digital Leadership Academy untuk mendukung pengembangan kota cerdas dan pembuat kebijakan digital, serta pendiri startup.

Apabila rencana tersebut berjalan dengan lancar, maka proyeksi yang disebutkan Google Temasek bahwa Ekonomi Digital Indonesia akan melampaui 124 miliar USD pada akhir tahun 2024 bukan hal yang mustahil untuk dicapai.

Seperti yang ditegaskan Menteri Johnny, Pemerintah ingin lebih kuat di era digital ini menuju Indonesia Terkoneksi: semakin digital, semakin sejahtera.

(Tribunpekanbaru.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved