Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Kendaraan Odol Masih Bebas Melintas di Jalur Perbatasan, DPRD Pekanbaru Pertanyakan Pengawasannya

Kendaraan over dimension over loading (Odol), hingga kini masih bebas melintas di jalur perbatasan Kota Pekanbaru.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
FOTO ILUSTRASI: Truk kelebihan muatan tampak melintas di Jalan Jendral Sudirman, Rabu (27/3/2019). Truk ini mestinya tidak boleh masuk kota. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kendaraan over dimension over loading (Odol), hingga kini masih bebas melintas di jalur perbatasan Kota Pekanbaru.

Kondisi ini menyebabkan kerusakan jalan, kemacetan hingga rawan terjadi kecelakaan.

Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Robin Eduar SH MH menyebutkan, bahwa dampak pada kerusakan sejumlah sektor khususnya infrastruktur jalan dan jembatan, dan juga gangguan bagi masyarakat. Apalagi sekarang sudah longgar pengawasannya.

Karenanya, Anggota Fraksi PDI-P DPRD Pekanbaru ini meminta kepada pihak yang berwenang, mulai Dishub Pekanbaru, Dishub Provinsi Riau, serta Polri, untuk mengetatkan pengawasan.

Selain itu juga, melakukan penindakan di lapangan. Terutama di jalur Kubang Raya, Jalan Garuda Sakti, Jalan Siak II dan lainnya, terus saja truk odol bebas melintas.

"Penindakan ini, dari Kementerian Perhubungan sudah berkomitmen 2023 Indonesia bebas kendaraan odol. Jadi ini kita dukung, karena jelas mendatangkan manfaatkan bagi masyarakat," jelas Robin kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu (22/8/2021).

Hanya saja, untuk merealisasikan komitmen tersebut, harus mendapat dukungan dari pemerintah daerah, yakni menggerakkan OPD terkait untuk memantau, mengawasi dan menindak tegas kendaraan odol yang lolos dari timbang.

"Ini harus bersinergi antara Pemda dan Polri yang dimulai dari sekarang. Sehingga 2023, Indonesia benar-benar bebas dari kendaraan odol bertonase tinggi," sebutnya.

Lebih lanjut Robin meminta kepada Balai Pengelola Transportasi Daerah (BPTD) Riau dan Kepri, agar menjalankan fungsinya. Terutama infrastruktur jalan dan jembatan yang menjadi lintasan tetap baik dan maksimal.

"Sejauh ini, kita tidak melihat action dari BPTD, nyatakan kendaraan masih bebas melintas jalan dan juga masuk Pekanbaru," aku Robin.

Seperti diketahui, kendaraan odol yang dikeluhkan pengangkut batu bara, semen, CPO dan lainnya dari daerah-daerah masuk, semua jalan dipastikan alami kerusakan.

Disebutkan Robin lagi, dirinya merasa heran di pintu-pintu masuk Kota Pekanbaru, ada sejumlah jembatan timbang dan petugasnya. Tapi kendaraan odol tetap dapat melintas.

"Makanya, ini menjadi pertanyaan besar. Kenapa tak ditindak selama ini," sebutnya heran. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved