Breaking News:

Video Berita

VIDEO: 1 Bulan Rusak Kebun Warga di Peranap, 2 Gajah Liar Akhirnya Divekuasi dan Ditranslokasi

Sebelumnya Tim gabungan telah beberapa kali melakukan upaya penggiringan ke habitatnya namun belum berhasil

Penulis: Theo Rizky | Editor: didik ahmadi

TRIBUNPEKANBARU.COM-- Sebanyak dua ekor Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) liar remaja berjenis kelamin jantan dievakuasi dari Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu , Provinsi Riau, Jumat (20/8/2021).

Kegiatan evakuasi dan translokasi tersebut dilakukan oleh tim gabungan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau, Balai TNTN, Polsek Peranap, Koramil 05 Peranap, aparat Kecamatan Peranap, Yayasan TNTN, PT Rimba Peranap Indah (PT. RPI), PT Rimba Lazuardi (PT. RLZ) dan PT Bintang Riau Sejahtera (PT. BRS)
Evakuasi terhadap dua satwa dilindungi itu terpaksa dilakukan satwa tersebut telah merusak kebun warga di sekitar Kecamatan Peranap tepatnya di Kelurahan Peranap dan Desa Semelinang Darat selama kurang lebih satu bulan.

Sebelumnya Tim gabungan telah beberapa kali melakukan upaya penggiringan ke habitatnya namun belum berhasil.

Selain itu, telah ditemukan beberapa barang yang diduga mengancam hidup gajah liar ini, sehingga perlu dilakukan langkah translokasi.

Disampaikan Kepala Bidang KSDA Wil. I, Andri Hansen Siregar, proses evakuasi dimulai pada Rabu (18/8/2021), mobilisasi seluruh tim ke lokasi dilakukan, termasuk tiga ekor gajah latih PLG Minas bernama Bangkin, Indah dan Yopi.

Koordinasi dan sosialisasi kegiatan kepada pihak pemerintah daerah maupun aparat setempat dilakukan, termasuk Camat Peranap, Lurah Peranap, Kades Semelinang Darat, Baturijal, Kapolsek Peranap, Danramil 05 Peranap serta tokoh masyarakat.

Andri Hansen Siregar memimpin langsung briefing tim gabungan di rumah dinas Camat Peranap.
Selanjutnya pada Kamis (19/8/2021) mulai pukul 02.30 WIB dini hari, tim medis dan tim evakuasi bersama gajah latih tiba di lokasi.

Gajah latih ditempatkan di kebun masyarakat yang telah disepakati. Koordinasi keamanan saat pelaksanaan maupun akses jalan dari lokasi evakuasi menuju translokasi segera disiapkan.

Pukul 18.00 WIB, gajah liar mendekati dan makan bersama dengan gajah latih. Tim akhirnya memutuskan segera dilakukan tindakan evakuasi.

Pukul 20.00WIB, tindakan evakuasi dilakukan dan sekitar pukul 24.00 WIB, dua gajah liar berhasil ditangkap.
Proses evakuasi berjalan cukup panjang hingga akhirnya pukul 04.00 WIB dini hari, kedua gajah telah dinaikkan ke dalam mobil angkut.

Pada Jumat (20/8/2021) tepatnya pukul 04.00 WIB dini hari, langsung dilakukan translokasi Gajah liar yang diberi nama ‘Kaesang dan Dodo’ menuju kawasan Taman Nasional Teso Nillo (TNTN) dengan akses melewati PT BRS, PT RPI dan PT RLZ.

Lalu pada pukul 09.00 WIB, gajah latih dan gajah liar tiba di lokasi pelepasliaran.

Lokasi ini berada di perbatasan antara konsesi PT RPI/PT RLZ dan kawasan TNTN.

Gajah liar berhasil dilepasliarkan dan bergabung dengan kelompoknya yang berada pada salah satu kantong Gajah yang ada di Provinsi Riau.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersama melakukan upaya evakuasi dan translokasi. Terima kasih kepada seluruh masyarakat Kecamatan Peranap dan sekitarnya yang telah kondusif serta tidak anarkhis terhadap satwa Gajah sumatera,” ujar Andri Hansen Siregar.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved