Dipatuk Ular Kobra, Bocah Ini Dilarikan kepada 'Orang Pintar' tapi Berakhir Tragis
Orang pintar itu berada tidak jauh dari rumahnya kawasan Sungai Dua Kabupaten Musi Banyuasin.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Peristiwa bocah meninggal dipatuk ular itu berawal saat korban sedang tertidur.
Secara tiba-tiba, ular kobra melintas dan langsung mendekati korban.
Hewan melata itu langsung mematuk punggung telapak tangan bagian kanan bocah tersebut.
Bocah tersebut langsung tersadar dan melihat tangan terluka.
Ia pun mengira digigit kalajengking sehingga langsung memberitahu orang tuanya dan dibawa ke tempat "orang pintar" yang biasa menyembuhkan gigitan binatang.
Orang pintar itu berada tidak jauh dari rumahnya kawasan Sungai Dua Kabupaten Musi Banyuasin.
Namun, korban baru mengetahui bahwa dirinya tidak digigit kalajengking melainkan dipatuk ular.
Sehingga korban langsung dilarikan menuju rumah sakit di wilayah Pendopo pada tengah malam.
Namun ketika di perjalanan, ia menghembuskan nafas terakhir.
Kepala Desa Talang Akar, Sunarto membenarkan, ada warganya yang meninggal akibat dipatuk ular jenis kobra, ketika sedang tidur di dalam rumahnya.
"Iya benar. Jadi, awalnya korban ini tidak mengetahui kalau lukanya dipatuk ular. Dirinya mengira akibat digigit kalajengking. Karena, ketika dia sadar tiba-tiba tangannya sudah luka," ungkap Sunarto, Selasa (24/8/2021).
Sunarto mengatakan korban sempat mengalami pusing dan muntah sebelum meninggal.
Sebelum dibawa ke rumah neneknya, korban diberitahu kalau yang mengigit itu bukanlah kalajengking melainkan dipatuk ular kobra.
"Korban saat ini sudah dimakamkan disekitar rumahnya. Memang lingkungan perumahan warga sedikit serut," imbuhnya.
Sunarto mengimbau warga agar lebih berhati-hati serta menjaga lingkungan rumah agar selalu dibersihkan.
"Kami menghimbau kepada warga, agar selalu menjaga lingkungan rumah bersih, jangan sampai untuk tmpat bersembunyinya binatang melata seperti ular dan sejenis lainnya," imbuhnya.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Murid SD Meninggal Dipatuk Ular Kobra Saat Sedang Tidur Lelap, https://www.tribunnews.com/regional/2021/08/25/murid-sd-meninggal-dipatuk-ular-kobra-saat-sedang-tidur-lelap?page=all.
Mengenal ular kobra
Dilansir Tribunjakarta.com, Komunitas Ciliwung Depok membagikan edukasi mengenai ular kobra, dengan Elang Erwanda sebagai narasumbernya.
Pada prinsipnya, ular kobra tidak mengganggu dan justru cenderung takut dengan kehadiran manusia.
Kemudian, ular pun tidak mengejar apabila bertemu manusia dan kemunculannya disebabkan beberapa faktor yang diantaranya habitatnya yang hilang, hingga mata rantainya yang rusak.
Kata Elang, bulan November hingga Januari memang siklus ular menetaskan ularnya.
"November, Desember, Januari, adalah siklus ular menetas. Sekarang musim hujan, jadi sarang ular terlalu basah, ular juga tidak suka. Makanya banyak muncul ke permukaan," kata Elang dikonfirmasi, Selasa (17/12/2019).
Tempat yang disukai ular kobra ada tempat yang lembab dan tumpukan barang-barang seperti kayu, ranting, kardus, dan sebagainya.
Ular kobra bisa menjalar lewat ranting pohon, atau dinding rumah yang masih kasar.
Hal yang harus dilakukan bila bertemu ular
Elang mengatakan, hal utama yang harus dilakukan apabila bertemu ular adalah tidak melakukan gerakan apapun alias diam.
"Boleh berteriak, tapi diam seperti patung," jelas Elang.
Sambil berdiam diri, pastikan tetap mengamati ular tersebut ketika mulai bergerak meninggalkan lokasi.
Yang harus dilakukan jika terkena gigitan ular kobra
Gigitan ular kobra tidak mengeluarkan banyak darah, namun tubuh korban akan merasakan panas hingga sensasi rasa terbakar.
Elang mengatakan, jika menjadi korban gigitan ular kobra pastikan bagian yang terkena gigitan lebih rendah dari posisi jantung.
Semisal, apabila bagian telapak tangan yang digigit maka pastikan tangan terus diarahkan turun ke bawah dibawah posisi jantung.
Ikat bagian yang digigit ular menggunakan tali atau kain atau yang lainnya dan tidak terlalu kencang.
Hal tersebut, berguna untuk memperlambat peredaran bisa ular di dalam tubuh.
Selain mengikat bagian tubuh digigit ular, pastikan juga mengkonsumsi air putih, susu, hingga madu dengan jumlah yang cukup banyak, dan jangan pernah tertidur serta terus terjaga.
Selain menggigit, ular kobra juga bisa menyembur.
Apabila terkena semburannya, jangan pernah menggosoknya.
"Bisa ular bisa memancar dari jarak dua meter, jika terkena mata jangan dikucek tapi basuh pada air yang mengalir. Karena bisa ular dalam hitungan detik bisa mengkristal," beber Elang.
Mencegah munculnya ular
Menjaga lingkungan rumah tetap bersih dan jauh dari tumpukan sampah, merupakan hal penting untuk mencegah kemunculan ular.
Selain itu, masyrakat juga bisa menutup lubang-lubanh tikus yang ada di lingkungan sekitar.
Lubang-lubang seperti saluran air hingga selokan, juga bisa menjadi jalur masuknya ular.
Antisipasinya, adalah dengan menutup lubann terzebut menggunakan kawat besi atau baja, yang tak mudah dijebol binatang seperti tikus.
Beberapa kejadian ular ditemukan berada di plafon rumah warga. Untuk mencegah hal itu terjadi, rutin memotong ranting atau dahan pohon menjadi satu diantara sejumlah hal yang musti dilakukan.
Terakhir, Elang mengatakan bahwa pemangsa ular adalah biawak, oleh sebab itu ia menghimbau apabila menemukam biawak agar tidak membunuhnya.
"Biawak suka makan anak ular, biawak tidak menggigi dan tidak berbahaya untuk manusia. Jadi, kalo ada biawak jangan dibunuh, karena membantu untuk menjaga dari ular," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/equatorial-spitting-cobra-sakag-satu-ular-kobra-paling-mematikan.jpg)