Breaking News:

Lari Dari Taliban, 170 Rakyat Afghanistan Malah Jadi Korban Pembantaian ISIS

Peristiwa tersebut terjadi ratusan warga Afghanistan mencoba pergi dari Afghanistan melalui bandara Kabul dengan cara menyusuri gorong-gorong bandara.

Reuters via Capture The Sun
Rakyat Afghanistan menyusup ke bandara melalui saluran air 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Niat ingin lari dari Afghanistan yang telah dikuasai Taliban, seratusan warga sipil malah menjadi korban pembantaian teroris ISIS, Kamis (26/8/2021).

Peristiwa tersebut terjadi ratusan warga Afghanistan mencoba pergi dari Afghanistan melalui bandara Kabul dengan cara menyusuri gorong-gorong bandara.

Miris bagi mereka, tiba-tiba bom meledak ketika mereka nyaris sampai di bandara.

Tak tanggung-tanggung, 170 warga Afghanistan tewas dalam serangan tersebut.

Belakangan diketahui, ledakan bom tersebut merupakan serangan bom bunuh diri dari ISIS-K. 

ISIS-K adalah kelompok pembelot Taliban yang berafiliasi dengan teroris ISIS.

Selain menewaskan 170 warga sipil, serangan bom bunuh diri itu juga menewaskan 13 tentara AS dan melukai 332 lainnya. 

Dilansir dari The Sun, pada Jumat (27/8/2021), menteri pertahanan Inggris Ben Wallace mengatakan gerbang bandara Kabul sekarang ditutup dan tidak ada lagi orang yang akan dipanggil ke bandara.

"Kami benar-benar kehabisan waktu sekarang, bukan berminggu-minggu," katanya awal pekan ini dalam sebuah langkah yang dapat membuat 150 orang Inggris terdampar di Afghanistan dan di tangan pembalasan Taliban dan ISIS-K, yang meluncurkan serangan teror mematikan pada Kamis.

Wallace mengatakan ancaman serangan ISIS-K meningkat setiap hari pasukan asing tetap berada di Kabul.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved