Breaking News:

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Inhil Segera Dilasanakan, Peserta Didik Akan Ikuti Vaksinasi

Pembelajaran tatap muka terbatas di Inhil akan segera diselenggarakan, peserta didik akan ikut vaksinasi Covid-19

Penulis: T. Muhammad Fadhli | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Pembelajaran tatap muka terbatas di Inhil akan segera diselenggarakan, peserta didik akan ikut vaksinasi Covid-19. FOTO ILUSTRASI: Para siswa saat menjalani suntik vaksin secara bergiliran dalam vaksinasi massal di SMP Negeri 35 Pekanbaru, Jumat (30/7/2021). (www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir)  

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN – Pembelajaran tatap muka terbatas di Inhil akan segera diselenggarakan, peserta didik akan ikut vaksinasi Covid-19

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) akan mulai dilaksanakan dalam waktu dekat.

Bupati Inhil HM Wardan telah menandatangani surat instruksi yang mengacu pada keputusan bersama Menteri pendidikan, Menteri kesehatan, kementerian agama dan Menteri Dalam Negeri.

Berdasarkan intruksi tersebut, PTM terbatas boleh dilaksanakan dengan syarat tertentu yang mengacu pada protokol kesehatan (prokes).

Dalam kebijakan intruksi untuk pelaksanaan PTM secara terbatas dengan tetap jaga jarak minimal 1,5 meter dengan prokes ketat.

Bagi satuan pendidikan bisa melaksanakan PTM dengan kapasitas maksimal 50 persen, khusus untuk jenjang PAUD maksimal 33 persen saja dan bagi SLB maksimal 62 persen.

Berdasarkan intruksi tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Inhil selaku pihak terkait juga mewajibkan bagi sekolah yang akan melaksanakan PTM wajib sudah melaksanakan vaksinasi.

SMAN 1 Tembilahan merupakan satu diantara sekolah yang mempersiapkan diri untuk menggelar PTM terbatas.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Tembilaham Nurlin menuturkan, persiapan sudah dimulai pihak sekolah dan vaksinasi kepada pelajar atau peserta didik dan guru akan dilakukan sebelum PTM di selenggarakan.

“Besok vaksinasi pelajar di sekolah. Vaksinasi ini program pemerintah dan bagian dari persiapan untuk PTM terbatas. Untuk kapan waktu pelaksanaan PTM masih menunggu surat edaran dinas,” ungkap Nurlin kepada Tribun Pekanbaru, Minggu (29/8/21).

Menurut Nurlin, sekolah juga diwajibkan memiliki sarana prasarana prokes, seperti mengatur jarak minimal 1,5 meter, fasilitas cuci tangan, hingga kelengkapan lainnya.

“Semoga pelaksanaan PTM secara terbatas di Kabupaten Inhil ini bisa berjalan dengan aman dan lancar. Mari kita jaga dan patuhi semua aturan Prokes Covid-19 secara ketat,” imbuhnya.

Ditambahkannya, Satgas Covid-19 tingkat satuan pendidikan juga akan ikut serta mendampingi dan memberikan edukasi tentang prokes pencegahan Covid-19 kepada guru, orang tua, peserta didik, hingga masyarakat di lingkungan sekolah.

“Sekolah diwajibkan menjalankan standar prosedur sesuai dengan ketentuan PTM di masa pandemi Covid-19. Ini kabar baik untuk dunia pendidikan Inhil, kita harus tetap waspada dan selalu ikuti petunjuk prokes,” pungkasnya. (Tribunpekanbaru.com/T. Muhammad Fadhli).

Berita Inhil

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved