Breaking News:

Video Berita

Video: Dugaan Pencemaran Limbah Industri di Desa Sering Pelalawan, Ini Hasil Pemeriksaan DLHK Riau

Dugaan pencemaran limbah yang diadukan warga ini dikaitkan dengan aktifitas pabrik milik PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), di Kabupaten Pelalawan

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: aidil wardi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Tim verifikasi dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau telah merampungkan tahapan proses verifikasi dan pemeriksaan terhadap dugaan pencemaran limbah industri di Desa Sering, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan.

Sebelumnya dugaan pencemaran limbah industri ini sempat diadukan oleh sejumlah warga dan mendapat sorotan dari wakil rakyat di DPRD Kabupaten Pelalawan.

Dugaan pencemaran limbah yang diadukan warga ini dikaitkan dengan aktifitas pabrik milik PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), di Kabupaten Pelalawan.

Tidak ingin kasus ini menjadi bulan-bulanan ditengah masyarakat, tim dari DLHK Riau langsung bergerak cepat melakukan investigasi dan pemeriksaan terhadap sampel limbah yang sebelumnya diadukan oleh masyarakat setempat.

Setelah dilakukan pemeriksaan sampel limbah di labor PT Mutu Agung Lestari dan dilakukan verifikasi berbagai aspek, hasilnya ternyata limbah tersebut tidak melanggar baku mutu, baik limbah air, udara maupun limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Ketua Tim Verifikasi, Candra Hutasoit yang juga Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup, DLHK Provinsi Riau mengatakan, beberapa aspek yang diverifikasi diantaranya, pertama aspek perizinan apakah ada perizinan yang dilanggar atau adakah operasional di luar perizinan.

Kedua aspek pengendalian pencemaran air terkait pengaduan.

"Jadi kita periksa mulai produksi, sampai pengelolaan limbah dan sampai pembuangan air ke kanal," kata Chandra, Minggu (29/8/2021) seraya menyebut aspek pengendalian pencemaran udara juga diperiksa.

"Jadi tidak hanya air, tapi juga udara. Termasuk pengelolaan B3-nya juga kita periksa, apakah ada penyimpangan terhadap pemakaian dan pengelolaan B3-nya.

Begitu juga dengan limbah bahan berbahayanya dibuang di mana, itu juga kita periksa. Kemudian pengelolaan limbah domestik juga, mana tahu limbah domestik yang masuk ke kanal," imbuhnya.

Chandra menegaskan, meski yang diadukan oleh masyarakat hanya limbah yang dibuang ke kanal, namun pihaknya melakukan verifikasi di semua aspek untuk memastikan tidak ada pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.

"Kalau terbukti ada denda, makanya kita dalam melakukan verifikasi harus teliti dan hati-hati. Jadi semua kita ambil sampel nya," ujarnya.

Dalam pengambilan sampel, pihaknya mengambil di empat titik. Hal itu untuk memastikan apakah pengelolaan limbah yang dilakukan RAPP ada yang tidak memenuhi baku mutu.

"Kita ambil sampel di beberapa titik, pertama kita ambil di outlet untuk memastikan apakah pengelolaan sudah dilakukan secara benar. Hasilnya setelah dilakukan uji Labor di PT Mutu Agung Lestari, ternyata hasilnya dibawah baku mutu. Artinya tidak ada yang dilanggar baku mutu di outlet," katanya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved