Breaking News:

Hari Pramuka ke-60, Di Kampar Ada Sunatan Massal dan Bersih-bersih Rumah Ibadah

Sunatan massal memeriahkan Hari Pramuka ke-60 di Kampar. Kegiatan tersebut adalah bagian dari Bulan Bakti Pramuka tahun 2021.

Penulis: Fernando Sihombing | Editor: Ilham Yafiz
TRIBUN PEKANBARU / FERNANDO SIHOMBING
Hari Pramuka ke-60, Di Kampar Ada Sunatan Massal dan Bersih-bersih Rumah Ibadah 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Sunatan massal memeriahkan Hari Pramuka ke-60 di Kampar. Kegiatan tersebut adalah bagian dari Bulan Bakti Pramuka tahun 2021.

Berlangsung dua hari, Sabtu dan Minggu (28-29/8/2021). 

Sunatan massal ini diikuti oleh 40 orang yang dipusatkan di halaman Masjid Nurul Huda Desa Kuapan Kecamatan Tambang pada Minggu (29/8/2021).

Mereka antusias mengikuti sunatan massal dengan didampingi orangtua. 

Betapa tidak, khitan ini menggunakan teknologi klamp. Teknologi kedokteran ini meminimalisir rasa nyeri pada luka, lebih cepat kering dan lekas sembuh. Anak laki-laki langsung bisa beraktivitas setelah khitan. Mereka tampak girang. 

Ketua panitia acara, Rasul R Pratama menyebutkan, peserta sunatan massal berasal dari beberapa desa sekitar Kuapan. Peserta didata oleh Puskesmas Tambang dan kader Posyandu. 

Selain sunatan massal, Pramuka juga menggelar bakti bersih-bersih Masjid dan Musala. Rasul menyebutkan, sebanyak enam Masjid dan Musala di Desa Kuapan dibersihkan.

"Kepada Masjid dan Musala kita membagikan alat kebersihan," ungkap Rasul. Tahun lalu, kata dia, Hari Pramuka diperingati dengan aksi penanaman 10.000 pohon yang dipusatkan di Desa Koto Masjid Kecamatan XIII Koto Kampar. 

Ketua Kwarcab Pramuka Kampar, Yuyun Hidayat ikut aksi bersih-bersih rumah ibadah. Ia terjun langsung memegang sapu dan pel. 

Yuyun mengatakan, kegiatan seperti ini diharapkan dapat memberi dampak langsung dengan kehadiran Pramuka. Khitan massal salah satunya. Khitan gratis memberi manfaat kepada masyarakat. 

"Pandemi COVID-19 sangat membebani perekonomian masyarakat. Dengan Khitan gratis, orangtua terbantu tidak mengeluarkan biaya," ujar Anggota DPRD Riau dari PPP asal Dapil Kampar ini. 

Menurut Yuyun, Indonesia sedang diuji pandemi sekitar 1,5 tahun belakangan. Pramuka sendiri ikut terdampak. Ia mengakui, banyak agenda besar yang tertunda dan belum bisa dilaksanakan. 

"Bahkan untuk apel besar hari Pramuka saja, harus kita batasi pesertanya dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat," kata Yuyun. Itulah sebabnya, Pramuka Kampar menggencarkan kegiatan langsung ke masyarakat untuk mencegah kerumunan.

(Tribunpekanbaru.com / Fernando Sihombing)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved