Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Jepang & Korsel Tak Terima Pendatang dengan Vaksin Sinovac, Calon TKI Disuntik AstraZeneca

Sebagian besar dari negara penempatan diketahui tidak menerima atau menolak CPMI masuk ke negaranya karena vaksin jenis Sinovac

JOE KLAMAR / AFP
Petugas Medis di Vienna, Austria memperlihatkan Vaksin AstraZeneca. Di Amerika, Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menghentikan operasional pabrik manufaktur di Baltimore. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Jepang dan Korea Selatan tak menerima pendatang maupun pencari kerja yang disuntik vaksin Sinovac.

Hal ini membuat sejumlah Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang hendak ke negara itu disuntik jenis Astrazeneca.

Hal ini menyusul penyesuaian dengan standarisasi jenis vaksin yang digunakan oleh para negara penempatan tersebut.

Sebagian besar dari negara penempatan diketahui tidak menerima atau menolak CPMI masuk ke negaranya karena vaksin jenis Sinovac yang umum digunakan di Indonesia.

Pada hari ini, penyuntikan vaksin AstraZeneca juga dilakukan di Kabupaten Indramayu.

Para CPMI ini rencananya akan diberangkatkan ke negara Jepang dan Korea melalui skema Private to Private (P to P) maupun skema Government to Government (G to G).

Baca juga: Ngakak, Park Jisung Trending Gara-gara Dikira Mantan Pemain MU, Padahal Anggota Boyband NCT

Baca juga: Buntut Asbak Melayang di DPRD Solok, Sidang Paripurna Pecat Dodi Hendra Sebagai Ketua Dewan

"Per hari ini dari 23 UPT BP2MI di seluruh Indonesia, sudah dilakukan vaksinasi kurang lebih 11.375 orang dan hari ini di Indramayu dilakukan ke 90 CPMI untuk ke Korea dan Jepang," ujar Kepala BP2MI, Beny Rhamdani kepada Tribuncirebon.com saat meninjau kegiatan vaksinasi di Dinas Tenaga Kerja (Disnakes) Kabupaten Indramayu, Senin (30/8/2021).

Beny Rhamdani menyampaikan, negara akan memproritaskan pelayanan secara khusus kepada para CPMI.

Hal ini dikarenakan sektor pekerja migran merupakan penyumbang terbesar dibawah sektor migas, yakni mencapai Rp 159,6 triliun.

"Jadi kita tidak boleh kita main-main memperlakukan mereka dengan cara tidak hormat. Sekali lagi saya tegaskan, mereka harus mendapat perlakuan hormat dari negara," ujar dia.

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka Belum Diberlakukan, Wali Kota Pekanbaru Imbau Warga Terapkan Prokes Ketat

Baca juga: Aktor Ternama Indonesia, Bucek Deep Terdampar di Toboali, Kapal Diterjang Angin, Ditolong Warga

Masih disampaikan Benny Ramdhani, penyuntikan vaksinasi ini akan terus dilakukan, termasuk terhadap CPMI ke negara penempatan lainnya, seperti Taiwan, Singapura, dan lain sebagainya.

Penyuntikan vaksin tersebut akan menyesuaikan dengan vaksin yang digunakan oleh negara-negara penempatan tersebut.

"Seperti vaksinasi untuk ke Taiwan, kita masih dalam pembahasan, dan kami masih menunggu dari Kemenkes," ujar dia.

Sementara itu, salah seorang CPMI asal Kecamatan Gabuswetan, Suhada (21) mengatakan, tidak merasa gejala apapun setelah disuntikan vaksin AstraZeneca.

"Gak kerasa apa-apa, awalnya memang takut karena disuntik tapi biar bisa kerja," ujar dia.

Suhada sendiri rencananya akan berangkat ke Korea untuk bekerja di sebuah pabrik, ia sudah mendaftar sejak tahun 2019.

Ia mengatakan, ingin sekali berangkat ke luar negeri demi membantu perekonomian keluarga.

"Soalnya kalau di sini gajinya kecil, pengen bantu orang tua," katanya. 

( Tribunpekanbaru.com / Tribunjabar )

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved