Breaking News:

Sejumlah Sekolah Masih Kucing-kucingan, Wali Kota Pekanbaru Ungkap Kapan Boleh Belajar Tatap Muka

Sekolah terutama swasta masih kucing-kucingan saat PPKM level 4, Wali Kota Pekanbaru pun ungkap kapan baru boleh menggelar belajar tatap muka.

Penulis: Fernando | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
Sekolah terutama swasta masih kucing-kucingan saat PPKM level 4, Wali Kota Pekanbaru pun ungkap kapan baru boleh menggelar belajar tatap muka. FOTO: Wali Kota Pekanbaru, Firdaus 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sejumlah sekolah terutama sekolah swasta masih kucing-kucingan  saat PPKM level 4, Wali Kota Pekanbaru pun ungkap kapan baru boleh menggelar belajar tatap muka.

Mereka mestinya masih menggelar proses belajar mengajar secara online.

Wali Kota Pekanbaru, Firdaus tidak menampik ada guru dan sekolah yang mengakali belajar online menjadi belajar kelompok.

Guru mendatangi lokasi belajar kelompok.

Wali murid pun bersedia menyediakan lokasi belajar sekolah.

Padahal untuk saat ini para peserta didik belajar secara online untuk sementara.

"Ini tidak resmi, saya tahu banyak yang kucing - kucingan. Perlahan sampai juga ke kita informasinya," terangnya kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (30/8/2021).

Dirinya pun mengimbau agar tidak menggelar belajar kelompok.

Ia menyebut bahwa belajar kelompok ini cendrung berbahaya sehingga berpotensi menularkan Covid-19.

Mereka menggelar belajar kelompok mengabaikan protokol kesehatan.

Kondisi tersebut jelas berbahaya bagi kesehatan anak-anak.

"Jangan sampai ada lagi kegiatan seperti ini, kita imbau orangtua dan sekolah, jangan gelar belajar kelompok hingga membuat kerumunan," paparnya.

Firdaus mengaku bakal mengizinkan belajar tatap muka secara terbatas bila ada penurunan level PPKM dari level 4 ke level 2.

Ada kelonggaran terhadap aktivitas selama PPKM level 2.

"Kita akan longgarkan dengan belajar tatap muka terbatas dan disiplin prokes," jelasnya.

Pemerintah kota siap mengambil kebijakan sesuai arahan Kementrian Pendidikan RI.

Ia menyebut kebijakannya hampir sama dengan penerapan belajar tatap muka terbatas pada tahun 2020 lalu.

Para peserta didik nantinya cuma belajar dua jam dalam sehari.

Mereka yang bisa belajar satu hari hanya 50 persen dari total peserta didik.

Jadwalnya untuk ke sekolah hanya dua kali dalam seminggu. Ia menyadari sudah banyak permintaan orangtua.

Mereka sangat berharap anak-anak segera mengikuti proses belajar tatap muka.

Para peserta didik sudah belajar online selama satu setegah tahun.

Kondisi tersebut tentu membuat anak-anak pun jenuh dengan rutinitas belajar online.

Maka kita mengingatkan agar jangan memaksakan belajar di sekolah," terangnya.

(Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang) 

Berita Pekanbaru lainnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved