Breaking News:

Video Berita

VIDEO Detik-detik Penangkapan Pelaku Perdagangan Kulit Harimau di Kuansing

Pelaku berinisial BAT, yang berusia 58 tahun ini, ditangkap di Jembatan Aro, Jalan Jenderal Sudirman, RT. 001/RW. 008 Kelurahan Muara Lembu, Kecamatan

Penulis: Rizky Armanda | Editor: didik ahmadi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-Tim Sub Direktorat IV Tipidter Reskrimsus Polda Riau, menangkap seorang pria pelaku perdagangan kulit harimau, Minggu (29/8/2021) malam.

Pelaku berinisial BAT, yang berusia 58 tahun ini, ditangkap di Jembatan Aro, Jalan Jenderal Sudirman, RT. 001/RW. 008 Kelurahan Muara Lembu, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuansing.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto menuturkan, pengungkapan ini bermula dari informasi petugas BBKSDA Riau tentang akan adanya transaksi jual beli kulit harimau sebagai satwa yang dilindungi.

"Informasi itu ditindaklanjuti oleh penyelidik dari Subdit IV Tipidter Reskrimsus Polda Riau bersama dengan petugas BBKSDA Riau dengan melakukan pengamatan di lapangan," ucapnya, Senin (30/8/2021).

Tak lama disebutkan Sunarto, di lokasi yang diintai petugas, datang 2 unit sepeda motor. Dimana salah satu pengendaranya membawa karung, sedang berhenti di Jembatan Sungai Aro.

"Selanjutnya terhadap sasaran tersebut dilakukan pencegatan, dan berhasil dilakukan upaya paksa penangkapan terhadap seorang pelaku dengan barang bukti yang dibawanya berisi kulit Harimau Sumatera," ucap Sunarto.

Sementara disebutkan Sunarto, 1 orang lagi berhasil lolos melarikan diri dengan cara terjun dari atas jembatan dan masuk ke dalam rerimbunan semak. Pelaku dengan cepat menghilang karena kondisi dalam keadaan gelap.

Pelaku BAT selaku pemilik barang ditegaskan Sunarto, dijerat Pasal 40 ayat (2) UU RI Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Rumusan pasal sebagai berikut; Pasal 40 ayat (2), barang siapa dengan sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 Ayat (1), dan Ayat (2) dipidana dengan pidana penjara 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp100 juta.

Sementara Pasal 21 ayat (2) huruf d; setiap orang dilarang untuk memperniagakan, menyimpan, atau memiliki kulit, tubuh, atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian tersebut atau mengeluarkan dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau diluar Indonesia.

( Tribunpekanbaru.com /Rizky Armanda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved