Breaking News:

Disunat Rp100 Ribu, Warga Rambah Samo Rohul Protes Bantuan UMKM Tak Diserahkan Utuh, Akhirnya?

Warga protes di Kantor Camat Rambah Samo,Senin (30/8/2021) gara-gara ada dugaan pemotongan bantuan UMKM sebesar Rp 100 ribu

Penulis: Syahrul | Editor: Nurul Qomariah
istimewa
Warga Desa Rambah Samo protes di Kantor Camat, Senin (30/8/2021) karena bantuan UMKM tak diserahkan utuh tapi dipotong Rp 100 ribu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PASIRPANGARAIAN - Warga Rambah Samo Rohul, Riau protes, bantuan UMKM tak diserahkan utuh tapi disunat Rp 100 Ribu.

Aksi protes itu dilakukan warga di Kantor Camat Rambah Samo pada Senin (30/8/2021) kemarin.

Protes tersebut dilakukan setelah adanya dugaan pemotongan Dana Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) oleh oknum Pj Kades Rambah Samo.

Menanggapi aksi yang dilakukan oleh warganya, Camat Rambah Samo Herokertus Sembiring mengatakan, warganya tersebut sudah dijumpai oleh pihaknya dan dimediasi.

"Saya baru tahu ada pemotongan itu setelah aksi kemarin. Namun, Alhamdulillah warga sudah mau dimediasi dan tuntutannya sudah kita terima," katanya saat dijumpai pada Selasa (31/8/2021).

Hero menjelaskan, tuntutan dari warga yang protes adalah menuntut agar pemotongan bantuan sebesar Rp 100.000 dari yang seharusnya Rp 1.200.000 segera dikembalikan.

"Warga juga meminta agar Pj Kades Rambah Samo Amsardi segera dicopot dan diganti dengan pejabat lain," tambahnya kemudian.

Hero menegaskan, sebelumnya tak ada informasi apapun terkait dugaan tindakan pemotongan bantuan oleh anak buahnya tersebut.

"Sebenarnya, apapun keputusan kades ataupun Pj kades wajib diketahui oleh camat," ujarnya.

"Namun, dalam hal ini saya tak tahu dan benar-benar baru tahu kemarin," smbungnya.

Adapun pemotongan dana bantuan UMKM itu diterima oleh sekitar 50 orang pelaku usaha di Desa Rambah Samo.

Dana tersebut diterima melalui rekening bank secara berkala dengan melampirkan Surat Keterangan Usaha (SKU) yang dikeluarkan oleh masing-masing kepala desa.

Dalam protes tersebut, diduga pemotongan dana bantuan UMKM sebesar Rp 100 ribu dilakukan dengan alasan pengurusan SKU oleh pihak desa.

Belum diketahui bagaimana kelanjutan mediasi tersebut. Hingga berita ini dirilis, Pj Kades Rambah Samo Amsardi masih bungkam dan belum memberi tanggapan.

( Tribunpekanbaru.com / Syahrul Ramadhan )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved