Breaking News:

Wakil Rakyat Inhil Kritisi Infrastruktur: Jangankan di Pelosok, Jalan di Tembilahan Saja Rusak Parah

Legislator Riau asal Inhil, Dani Nursalam menyatakan persoalan infrastruktur masih menjadi permasalahan yang serius di Kabupaten Indragiri Hilir

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: CandraDani
Istimewa
Kondisi jalan yang harus dilewati masyarakat 4 desa di GHS 1 dan sekitarnya untuk menuju Ibukota Kecamatan Teluk Belengkong, Kabupaten Inhil, Riau. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Riau dari Indragiri Hilir (Inhil) Dani Nursalam mengatakan persoalan Infrastruktur masih menjadi permasalahan yang serius di Kabupaten Indragiri Hilir.

Apalagi saat ini menurutnya tidak hanya di pelosok melainkan di ibukota Kabupaten juga jalan rusak parah.

Jalan ini merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Riau.

"Jadi persoalan infrastruktur jalan jembatan dan Infrastruktur lainnya memang masih menjadi masalah besar di Inhil, ini saya himpun saat melakukan reses kemarin,"ujar Politisi PKB Riau itu kepada tribunpekanbaru.com Kamis (2/9/2021).

Menurut Dani, hendaknya Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum harus memperhatikan ini dan mendata jalan yang rusak parah, terutama di jalur - jalur di ibukota Kabupaten.

Ketua DPRD Inhil H. Dani M Nursalan bersama istri saat menghadiri malan resepi Milad ke 53 Kabupaten Inhil.
Anggota DPRD Riau Dani M Nursalam bersama istri saat menghadiri malan resepi Milad ke 53 Kabupaten Inhil. (Tribun Pekanbaru/Fadhli)

"Karena jalan itu dilalui oleh masyarakat yang tentunya berbahaya nantinya kalau tidak kunjung diperbaiki,"ujar Dani Nursalam.

Dani memang mengakui kondisi ketersediaan APBD Riau saat ini minim, namun menurutnya persoalan infrastruktur yang tidak kunjung selesai di Inhil harus menjadi perhatian juga.

"Setidaknya diperhatikan dan masyarakat Inhil mengharapkan perbaikan infrastruktur itu, terutama jalan dan jembatan,"ujar Dani Nursalam.

Sementara itu selain persoalan jalan dan infrastruktur lainnya, persoalan lainnya adanya pendangkalan sejumlah sungai yang tentunya juga berdampak pada petani.

"Kalau hujan selalu terendam lahan bertani masyarakat di sana, ada sungai di sana itu bernama Batang Gangsal merupakan milik Provinsi, kota mengharapkan adanya perhatian dari Provinsi juga,"ujar Dani Nursalam.(Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved