Breaking News:

Anggota DPRD Kota Pekanbaru Ngaku Dikeroyok, Saksi yang Diperiksa Polisi Bertambah Jadi 8 Orang

Polisi kembali memeriksa sejumlah saksi terkait dengan laporan kasus dugaan pengeroyokan dan penganiyaan yang dialami anggota DPRD Pekanbaru

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Nurul Qomariah
Tribupekanbaru/syafruddinmirohi
Anggota DPRD Pekanbaru Ida Yulita Susanti (pakai jilbab putih). Anggota dewan ini ngaku dianiaya, polisi hingga kini sudah memeriksa sejumlah saksi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Polisi kembali memeriksa sejumlah saksi terkait dengan laporan kasus dugaan pengeroyokan dan penganiyaan yang dialami anggota DPRD Pekanbaru, Ida Yulita Susanti.

Sebelumnya, penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru yang menangani laporan ini, sudah memeriksa 4 saksi.

Mereka di antaranya Ida Yulita Susanti sendiri sebagai pelapor, anak kandungnya yang juga disebut-sebut menjadi korban penganiayaan, suaminya, dan seorang pembantu keluarganya.

"Kemarin 4 orang, ada penambahan saksi total jadi 8 orang. Penambahan saksi ini dari warga sekitar lokasi kejadian (dugaan penganiayaan)," kata Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Juper Lumban Toruan, Jumat (3/9/2021).

Ditanyai soal barang bukti, dipaparkan Juper, belum ada penambahan, selain mobil Toyota Innova milik Ida yang mengalami kerusakan, dan sudah diamankan di Mapolresta Pekanbaru.

Kronologi Kejadian

Diberitakan sebelumnya, seorang wanita yang merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru, bernama Ida Yulita Susanti, dikabarkan menjadi korban penganiayaan pada Rabu (1/9/2021) malam.

Tak hanya dirinya, anak lelaki FN, juga turut mengalami tindak kekerasan yang dilakukan.

Ida Yulita secara resmi sudah membuat laporan ke Polresta Pekanbaru.

Dalam kejadian ini diterangkan Kompol Juper, Ida mengalami luka bekas sabetan benda tumpul dan bengkak di bagian tangan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved