Breaking News:

Belajar dari Pandemi, Sudah Saatnya Industri Perhotelan Beralih ke Sumber Energi Terbarukan

sudat saatnya industri perhotelan di Indonesia melirik penggunaan Solar Energy. Sebab, industri ini sangat bergantung kepada ketersediaan listrik

Penulis: Firmauli Sihaloho | Editor: Firmauli Sihaloho
unsplash
illustrasi: lempengan panel surya untuk PLTS 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah industri perhotelan di Riau meningkat tajam dalam kurun waktu empat tahun. Jika pada 2015 jumlah hotel bintang hanya 51 unit, pada tahun 2019 bertambah sebanyak 39 unit.

Sektor ini lantas menjadi salah satu penyumbang terbesar dalam menyerap tenaga kerja di Bumi Lancang Kuning. Dengan rincian, hotel bintang 3 sebanyak 1.755 orang atau sekitar 45,60 persen, kemudian hotel bintang 4 menyerap 957 tenaga kerja atau sekitar 24,87 persen tenaga kerja.

Sedangkan pada kelompok usaha akomodasi lainnya, tenaga kerja yang terserap sebesar 93,96 persen atau sebanyak 2.192 orang tenaga kerja.

Akan tetapi, sektor ini lumpuh ketika pandemi Covid-19 melanda. Manajemen hotel berupaya keras mencari cara terbaik agar bisnis ini tetap berjalan. Sementara bagi karyawan, kondisi ini menjadi momok menakutkan di tengah terpaan isu pemutusan hubungan kerja.

Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Riau mencatat pada tahun lalu tingkat hunian atau okupansi berada di bawah angka 10 persen. Kondisi itu tak sebanding dengan biaya operasional hotel yang tinggi.

Bahkan, terdapat enam hotel di Pekanbaru yang memilih untuk tutup sementara waktu pada saat itu. “Akibatnya, sekitar 300 karyawan terpaksa dirumahkan,” ujar Ketua PHRI Riau, Nofrizal.

Meski begitu, seiring dengan kebijakan yang diterapkan pemerintah, industri ini perlahan mulai bangkit di tahun ini. Hal ini terlihat dari data yang dirilis BPS soal Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Bintang di Riau pada bulan April 2021 mencapai angka 34,53 persen.

“Meski masih tergolong rendah namun setidaknya dari angka tersebut ada harapan kalau bisnis perhotelan mulai bangkit,” kata Kepala BPS Riau Misfaruddin kepada awak media, Rabu (9/6/2021).

Dia menjelaskan angka TPK di Riau selama pandemi ini mulai menunjukkan tren positif. Jika dilihat periode yang sama pada tahun 2020, kata Dia melanjutkan TPK Riau hanya sebesar 14,73 persen. “Maka, bisa dikatakan TPK pada April 2021 ini sudah mengalami kenaikan sebesar 19,80 poin,” singkat Dia.

Belajar dari kondisi di atas, sudat saatnya industri perhotelan di Indonesia melirik penggunaan Solar Energy. Sebab, industri ini sangat bergantung kepada ketersediaan listrik setiap harinya. Mulai dari parkiran, lobby, dapur, ruangan karyawan, hingga ke kamar tamu, semuanya menggunakan arus listrik setiap harinya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved