Breaking News:

Kader Golkar Pekanbaru Diduga Dikeroyok Massa, Legislator Wanita Itu dan Putranya Alami Luka Lebam

Seorang kader Golkar Pekanbaru diduga dikeroyok massa di Jalan Arifin Achmad Pekanbaru, legislator wanita itu dan putranya alami luka lebam

Penulis: pitos punjadi | Editor: Nolpitos Hendri
Instagram/@ida_yulita_susanti1.1
Kader Golkar Pekanbaru Diduga Dikeroyok Massa, Legislator Wanita Itu dan Putranya Alami Luka Lebam. Foto: Ida Yulita Susanti 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Seorang kader Golkar Pekanbaru diduga dikeroyok massa di Jalan Arifin Achmad Pekanbaru, legislator wanita itu dan putranya alami luka lebam.

Saat ini, polisi sudah memeriksa sejumlah saksi terkait dengan laporan kasus dugaan pengeroyokan yang dialami kader Golkar Pekanbaru yang merupakan legislator wanita yang tercatat sebagai Anggota DPRD Pekanbaru bernama Ida Yulita Susanti .

Sebelumnya, penyidik Satreskrim Polresta Pekanbaru yang menangani laporan ini, sudah memeriksa 4 saksi sehingga total saksi sudah 12 orang dalam kasus dugaan pengeroyokan kader Golkar Pekanbaru itu .

Para saksi yakni Ida Yulita Susanti sebagai pelapor dan saksi korban , anak kandungnya yang juga disebut-sebut menjadi korban penganiayaan, suaminya, dan seorang pembantu keluarganya.

"Kemarin 4 orang, ada penambahan saksi total jadi 8 orang. Penambahan saksi ini dari warga sekitar lokasi kejadian (dugaan penganiayaan)," kata Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Juper Lumban Toruan, Jumat (2/9/2021).

Ditanyai soal barang bukti, dipaparkan Juper, belum ada penambahan, selain mobil Toyota Innova milik Ida yang mengalami kerusakan, dan sudah diamankan di Mapolresta Pekanbaru.

Diberitakan sebelumnya, seorang wanita yang merupakan Anggota DPRD Pekanbaru bernama Ida Yulita Susanti dikabarkan menjadi korban penganiayaan, Rabu (1/9/2021) malam.

Tak hanya dirinya, anak lelakinya berinisial FN juga turut mengalami tindak kekerasan yang dilakukan.

Ida Yulita secara resmi sudah membuat laporan ke Polresta Pekanbaru.

Dalam kejadian ini diterangkan Kompol Juper, Ida mengalami luka bekas sabetan benda tumpul dan bengkak di bagian tangan.

Sementara anaknya, mengalami luka di leher bagian belakang akibat benda tajam dan lebam di dada kiri akibat pukulan.

"Mereka sudah divisum, tadi malam langsung kita arahankan untuk visum di RS Bhayangkara," papar Kasat Reskrim.

Dikatakan Juper, kejadian berawal saat anak Ida melintas di Jalan Arifin Achmad.

Saat itu kondisi jalan tergenang air akibat hujan deras.

Singkat cerita, ketika anak Ida hendak berbelok ke arah tujuan, dia berpapasan dengan mobil lain dari arah berlawanan, yang sama-sama mengambil jalur ke tengah jalan karena bagian pinggir jalan sudah tergenang air.

"Ketika itu dia sempat cekcok. Lalu ada warga yang menengahi sehingga mobil lain itu mau pinggir.

Kemudian anak ibu Ida ini pergi dan memajukan mobilnya, sehingga air masuk ke rumah warga yang ada di pinggir jalan," beber mantan Kasatres Narkoba Polresta Pekanbaru ini.

"Pemuda setempat lalu mengejar, mobilnya dipukul. Panik bukannya berhenti, dia makin tancap kendaraannya.

Akhirnya dia berhasil diberhentikan. Terjadi perselisihan, dia dipukul pemuda tadi," sambung Juper.

Korban lalu melaporkan kejadian yang dialaminya kepada ibunya, Ida Yulita Susanti.

Alhasil, Ida bersama keluarganya berjumlah tiga orang menemui anaknya itu dengan maksud akan menyelesaikan permasalahan tersebut.

Ida dan keluarga mencoba mendatangi rumah yang terkena cipratan air dari mobil yang dikendarai anaknya.

Namun saat sampai di rumah itu, ada sekelompok pemuda sedang duduk depan rumah itu.

"Sekelompok orang ini secara spontan masuk ke dalam rumah dan tiba-tiba keluar membawa benda tajam seperti pisau, linggis dan ikat pinggang.

Belum sempat ngobrol, dan menjelaskan apa yang terjadi, mereka menyerang Ida dan anaknya," lanjut Juper.

Ida dan anaknya kemudian melarikan diri.

Namun keduanya terjatuh dan menjadi bulan-bulanan kelompok pemuda tadi.

"Korban kemudian mencoba kembali melarikan diri ke salah satu kafe.

Korban, di sana dibantu warga hingga sekelompok orang meninggalkan korban," sebut Juper.

Sementara itu, fakta lain diungkapkan oleh warga setempat.

Menurut warga, Ida Yulita Susanti yang mendatangi dan melabrak warga di Jalan Irkab, Kelurahan Sidomulyo Timur.

Hal itu disampaikan ketua RT 02, Kelurahan Sidomulyo Timur, Gusri.

“Jadi awalnya pemuda setempat mengatur jalan Irkab yang macet, karena mobil anak ibu Ida berpapasan dengan mobil lain yang dikemudikan ibu-ibu,” ucapnya.

Kemudian para pemuda mengarahkan mobil yang dikendarai anak Ida Yulita untuk mundur sedikit.

“Hal itu dilakukan agar mobil yang dikemudikan ibu-ibu yang berpapasan bisa lewat terlebih dahulu, mengingat ibu yang mengendarai mobil satunya agak kesulitan mundur, namun anak ibu Ida tidak mau mengalah, akhirnya, si ibu mengalah mundur dengan dipandu pemuda,” lanjut Gusri.

Setelah itu, anak Ida ternyata malah melaju kencang dan menyerempet seorang ibu dan pemuda yang mengendarai sepeda motor hingga terjatuh.

“Sudah begitu anak Ibu Ida tetap melaju sehingga pemuda mengejar dan terjadi cekcok mulut.

Lalu salah seorang warga melerai, dan anak ibu Ida meninggalkan lokasi,” di bebernya.

Kemudian, warga bernama Muhammad Haris menuturkan, ia ikut mendamaikan anak Ida dan para pemuda.

Tapi setelah semua masalah sudah selesai, Ida malah datang bersama keluarganya kembali ke lokasi kejadian.

“Sekitar jam 18.45 WIB, datang rombongan ada pakai motor, ada pakai mobil, sekitar tiga mobilnya mencari pelaku katanya tadi yang bergesekan tadi.

Ada seorang bapak-bapak mengambil kunci roda, dalam mobilnya dan menyerang warga di tempat kami dan menghantam pintu.

Katanya anaknya ini dipukuli atau dikeroyok, padahal sebenarnya tidak ada, saya di lokasi kejadian, saya yang mendamaikan mereka,” ulas Haris.

Dirinya juga menbantah soal adanya pembacokan dan penyerangan yang dilakukan oleh warga setempat kepada keluarga Ida.

Haris memastikan kalau hal itu tidak benar.

“Kalau warga sampai membacok, itu tidak ada, itu bohong.

Kontak fisik itu tidak ada, karena pas kejadian itu beliau ini sudah saya suruh masuk ke mobilnya, karena orang sudah ramai, dan di mata saya tidak ada terjadi kontak fisik.

Kejadian pas macet saya mau menyelamatkan si korban,” pungkasnya. ( Tribunpekanbaru.com / Pitos Punjadi )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved