Breaking News:

Lawan Covid 19

Pemerintah Kucurkan Stimulus Bangga Buatan Indonesia, Pacu Pertumbuhan UKM di Saat Pandemi

Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Kemenparekraf RI ) mengucurkan bantuan sebesar Rp 200 Miliar untuk UKM

Editor: rinalsagita
Tribun Pekanbaru/ Nolpitos
Salah satu bentuk produk industri kreatif di Pekanbaru. Pemerintah pusat mengucurkan bantuan sebesar Rp 200 miliar untuk pelaku UMKM dan IKM 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Kemenparekraf RI ) mengucurkan bantuan sebesar Rp 200 Miliar untuk menstimulus pertumbuhan produk UMKM/IKM di tanah air.

Stimulus bantuan itu diberi nama Bangga Buatan Indonesia (BBI).

Bantuan diharapkan dapat memicu dan memacu geliat UMKM/IKM untuk terus bertumbuh di tengah terpaan pandemi Covid-19.

Apalagi, sejauh ini, pemerintah mencatat adanya penurunan permintaan produk Artisan Indonesia (UMKM/IKM) 

Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Selliane Halia Ishak menjelaskan, stimulus BBI merupakan program dukungan yang diberikan melalui pemberian insentif untuk belanja.

“Untuk pandemi ini sudah banyak yang dilakukan Kemenparekraf , terutama untuk sektor ekonomi kreatif,” ucap Selliane dalam diskusi secara virtual, Kamis (2/9/2021).

“Saat ini kami sedang diamanahkan untuk menyelenggarakan program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Salah satunya dana stimulus bangga buatan Indonesia, kemudian satu lagi PEN untuk pelaku ekraf film,” sambungnya.

Selliane melanjutkan, penerima stimulus BBI ini adalah merchant/pelaku UMKM yang ada di e-commerce dan tergabung dalam program Gerakan Nasional BBI, serta secara tidak langsung adalah pembeli atau konsumen akhir yang berbelanja.

Stimulus BBI diberikan kepada pelaku ekonomi kreatif subsektor Fesyen, Kuliner, dan Kriya dengan total anggaran senilai Rp 200 miliar.

Untuk saat ini, stimulus BBI dalam tahapan promosi program.

Ditargetkan, pada pertengahan September 2021 program tersebut bisa segera diluncurkan.

“Terkait nilai anggaran, kami mintakan ke Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) sebesar Rp200 miliar. Tapi itu berupa voucher senilai 100 ribu gitu,” papar Selliane.

“(Stimulus ini) untuk meningkatkan jumlah transaksi, bukan untuk peningkatan daya beli. Jadi penerima manfaat adalah merchant atau produsennya. Dan semua transaksi harus dilakukan di e-commerce,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved