Breaking News:

Inventarisasi Lahan Konflik Rantau Kasih vs PT NWR di Kampar Diusulkan 1.700 Ha

Inventarisasi lahan konflik Rantau Kasih vs PT NWR di Kampar diusulkan 1.700 Ha.

Penulis: Fernando | Editor: Ariestia
Istimewa
Inventarisasi lahan konflik Rantau Kasih vs PT NWR di Kampar diusulkan 1.700 Ha. FOTO: Warga Rantau Kasih mendirikan beberapa tenda di lokasi konflik untuk menghadang alat berat PT. NWR yang mereka khawatirkan akan merusak Kebun Sawit mereka beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Inventarisasi lahan konflik Rantau Kasih vs PT NWR di Kampar diusulkan 1.700 Ha.

Tim Dinas Lingkungn Hidup dan Kehutanan (DLHK) Riau hampir merampungkan inventarisir areal konflik agraria di Dusun Sei Belanti Desa Rantau Kasih Kecamatan Kampar Kiri Hilir.

Usulan sementara lahan konflik seluas 1.700 hektare.

Kepala DLHK Riau, Ma'mun Murod melalui Kasi Penegakan Hukum (Gakum) DLHK Riau, Agus Suryoko mengungkapkan, usulan tersebut disampaikan oleh Pemerintah Desa Rantau Kasih.

Lahan konflik terdiri dari pemukiman, pekarangan dan perladangan.

"Sementara seluruh lahan yang diusulkan dalam inventarisasi seluas kurang lebih 1.700 hektare," ungkap Agus kepada Tribunpekanbaru.com, Sabtu (4/9/2021).

Seluruh areal konflik berada dal kawasan hutan.

Menurut Agus, Kepala Desa Rantau Kasih, Radison melaporkan lahan itu dihuni sebanyak 209 kepala keluarga.

Tetapi dalam inventarisasi administratif, masyarakat setempat yang menyerahkan berkas baru sebanyak 137 kk.

"Ada masyarakat yang tidak datang dan sedang melengkapi persyaratannya," ungkap Agus.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved