Breaking News:

Penemuan Jejak Harimau Sumatera di Pelalawan, Tim BKSDA Pasang 2 Kamera Trap di Kebun PT Gandaerah

BKSDA Riau menindaklanjuti penemuan jejak harimau Sumatera di Pelalawan dengan memasang kamera trap di kebun PT Gandaerah.

Penulis: johanes | Editor: Ariestia
BKSDA Riau
BKSDA Riau menindaklanjuti penemuan jejak harimau Sumatera di Pelalawan dengan memasang kamera trap di kebun PT Gandaerah. FOTO: Tim Wilayah l BKSDA Riau melakukan mitigasi dan pemasangan kamera trap atas temuan jejak satwa liar di kebun sawit milik PT Gandaerah Hendana di Kecamatan Kerumutan Kabupaten Pelalawan beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KERUMUTAN - BKSDA Riau menindaklanjuti penemuan jejak harimau Sumatera di Pelalawan dengan memasang kamera trap di kebun PT Gandaerah.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau Bidang Wilayah l terus mengawasi temuan jejak diduga milik harimau sumatera di kebun kelapa sawit milik PT Gandaerah Hendana (GH) di Kecamatan Kerumutan Kabupaten Pelalawan pada akhir Bulan Agustus lalu.

Tim Rescue Bidang Wilayah I BKSDA Riau melakukan mitigasi lanjutan konflik manusia dan satwa liar di perkebunan sawit PT Gandaerah Hendana di Kecamatan Kerumutan.

Tim melakukan sosialisasi terhadap pihak manajemen dan staf perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut terkait satwa yang dilindungi, apabila terjadi konflik antara manusia dan harimau sumatera.

Kemudian memasang kamera trap untuk memantau keberadaan harimau sumatera yang jejaknya sudah dua kali ditemukan di areal kebun PT Gandaerah.

"Tim kita memasang dua kamera trap di lokasi penemuan jejak satwa tersebut. Tepat di jalur perlintasan yang di areal kebun PT Gandaerah Hendana," terang Kepala Bidang Wilayah l BKSDA Riau, Andri Hansen Siregar, kepada tribunpekanbaru.com, Minggu (05/09/2021).

Biasanya, kata Hansen Siregar, timnya akan melakukan pengecekan hasil perekaman kamera trap dalam waktu dua Minggu sejak dipasang pada tanggal 31 Agustus lalu. 

Kamera tersembunyi itu berguna untuk memastikan satwa harimau sumatera yang muncul di daerah perkebunan perusahaan.

Dari hasil perekaman tim akan mengambil langkah selanjutnya untuk mengantisipasi terjadinya konflik dengan manusia.

Selain itu, BKSDA juga memberikan edukasi kepada manajemen perusahaan, aparat setempat, Babinsa, Babinkamtibmas, serta pihak lainnya jika kedepan ditemukan kembali jejak serupa.

Tim Wilayah l BKSDA Riau melakukan mitigasi dan pemasangan kamera trap atas temuan jejak satwa liar di kebun sawit milik PT Gandaerah Hendana di Kecamatan Kerumutan Kabupaten Pelalawan beberapa waktu lalu.
Tim Wilayah l BKSDA Riau melakukan mitigasi dan pemasangan kamera trap atas temuan jejak satwa liar di kebun sawit milik PT Gandaerah Hendana di Kecamatan Kerumutan Kabupaten Pelalawan beberapa waktu lalu. (BKSDA Riau)

Bahkan kalau ada yang bertemu dengan binatang buas tersebut, segera menghubungi tim BKSDA agar turun ke lokasi.

"Kita juga mengimbau agar mengantisipasi adanya perburuan liar. Pihak perusahaan kita minta melakukan patroli secara rutin dan menyapu jerat yang ada di kebun," tandasnya.

Si Belang itu diprediksi dari areal hutan di Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan yang masih masih didiami oleh populasi harimau.

Kemungkinan harimau tersebut mengejar mangsanya hingga ke areal perkebunan yang merupakan daerah teritorialnya. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Berita Riau lainnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved