Breaking News:

CPNS Riau

SKD CPNS, Ini 12 Faskes di Dumai yang Bisa Menerbitkan Surat Keterangan Rapid Antigen dan Swab PCR

Siap-siap menjelang SKD CPNS, peserta bisa mendapatkan surat keterangan hasil rapid antigen dan swab PCR di 12 Faskes ini.

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: Ariestia
istimewa
Siap-siap menjelang SKD CPNS, peserta bisa mendapatkan surat keterangan hasil rapid antigen dan swab PCR di 12 Faskes ini. FOTO ILUSTRASI: Peserta SKB CPNS. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Siap-siap menjelang SKD CPNS, peserta bisa mendapatkan surat keterangan hasil rapid antigen dan swab PCR di 12 Faskes ini.

Surat keterangan hasil pemeriksaan rapid antigen atau Swab test PCR merupakan salah satu syarat wajib yang harus di bawa oleh Pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), saat akan mengikuti Seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS 2021.

Bahkan, jika lewat waktunya atau kadaluwarsa surat keterangan rapid antigen maupun swab PCR tidak akan diterima oleh panitia SKD.

Artinya pserta bisa langsung dinyatakan gugur karena tak bisa mengikuti ujian SKD.

Kepala Badan kepegawaian,dan pengembangan Sumber daya manusia (BKPSDM) Kota Dumai, Eri Nazrial melalui Kabid Pengadaan pemberhentian dan data Informasi Khaidir mengungkapkan, bahwa berdasarkan pengumuman Nomor: 510/BKPSDM/2021 tentang jadwal pelaksanaan SKD Pengadaan CPNS di lingkungan Pemko Dumai, ada beberapa syarat wajib yang harus dibawa oleh peserta sebelum mengikuti ujian SKD di kota Dumai.

Ia menambahkan, peserta yang dinyatakan lulus seleksi administrasi diwajibkan mencetak Kartu tanda peserta ujuan CASN 2021 dan Formulir Deklarasi Sehat yang dapat diunduh pada laman sscasn.bkn.go.id.

Khaidir menerangkan, syarat selanjutnya yang diwajibkan oleh peserta CPNS yakni, wajib membawa hasil Swab test RT PCR kurun waktu maksimal 2 kali 24 jam atau rapid test antigen kurun waktu maksimal 1 kali 24 jam dengan hasil negatif atau non reaktif.

"Jadi perlu diperhatikan kepada peserta bahwa surat keterangan hasil Swab test maupun antigen itu wajib dibawa, kalau tidak ada itu peserta tidak bisa ikut ujian SKD, karena itu sudah ketentuan dari BKN," katanya, kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu (5/9/2021).

Bukan hanya itu saja, tambah Khaidir, jika surat keterangan sudah melewati batas waktu atau kadaluwarsa pihaknya tidak akan menerima surat tersebut, untuk itu peserta harus memperhatikan hal tersebut.

Khaidir menerangkan, berdasarkan surat keputusan Walikota Dumai, Nomor 67/DINKES/2021 Tentang penetapan fasilitas pelayanan kesehatan yang dapat menerbitkan surat keterangan hasil pemeriksaan rapid tes di kota Dumai ada sebanyak 12 tempat.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved