Breaking News:

Tim Pengabdian Unri Sukses Latih Kelompok Tani Si AKANG Membuat Tepung Mocaf dengan Kualitas Terbaik

Tim pengabdian Universitas Riau (Unri), sukses membentuk kelompok tani Singkong Andalan Keluarga Berkembang ( Si AKANG), di Desa Sialang Sakti

Editor: Hendri Gusmulyadi
Istimewa
Tim pengabdian Universitas Riau (Unri), sukses membentuk kelompok tani Singkong Andalan Keluarga Berkembang ( Si AKANG), di Desa Sialang Sakti 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pada tahun 2020 lalu, tim pengabdian Universitas Riau (Unri), telah sukses membentuk kelompok tani Singkong Andalan Keluarga Berkembang ( Si AKANG), di Desa Sialang Sakti Tenayan Raya.

Sejak dibentuk 2020 lalu, kelompok tani Si AKANG telah menjadi kelompok tani produktif di desa tersebut.

Agar kelompok tani ini semakin produktif lagi, tim Pengabdian Unri kembali memberikan pelatihan pembuatan tepung dari singkong terhadap kelompok tani Si AKANG, yang berlangsung selama 2 hari, yaitu tanggal 29 agustus dan tanggal 3 September 2021.

Kegiatan itu terintegrasi dengan kegiatan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta)  Unri tahun 2021.

"Pembentukan kelompok tani Si AKANG ini sebagai upaya ketahanan pangan keluarga dan wadah gerakan masyarakat sehat. Pada tahun 2020 kegiatan fokus pada budi daya singkong, sedang tahun 2021 ini fokus pada pengolahan singkong menjadi berbagai produk pangan," ungkap ketua tim pengabdian Unri Dr. dr. Elda Nazriati M.Kes Sp.KKLP, Minggu (5/9/2021).

Menurut Elda, singkong merupakan produk lokal yang dapat diolah menjadi berbagai produk makanan. Selain untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, produk singkong juga dapat diolah menjadi bahan pangan yang membantu perkonomian keluarga.

Pada kegiatan pengabdian Unri tahun ini, fokus pelatihan bagi kelompok tani Si AKANG adalah mengolah singkong menjadi produk bahan pangan berupa tepung Mocaf (modifikasi cassava fluor).

"Semangat kelompok tani untuk melakukan budidaya singkong telah menghasilkan panen singkong yang cukup baik. Harga singkong mentah yang relatif murah di pasaran membuat panen singkong tersebut tidak terlalu berdampak secara ekonomi," katanya.

"Pembuatan keripik singkong dan panganan lainnya telah dilakukan, tetapi tentu saja tidak menyerap semua hasil panen dan menyisakan cukup banyak singkong, jika dijual mentah harganya sangat murah sementara jika dibiarkan akan membusuk dan terbuang percuma," ungkap Elda.

Maka dari itulah kata Elda, tim pengabdian Unri mengantisipasi hal ini dengan melatih pembuatan produk bahan pangan yang lebih tahan lama, harga jual yang lebih tinggi, dan pasar yang lebih luas. Yakni mengolah singkong menjadi tepung Mocaf.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved