Breaking News:

Hakim PN Pekanbaru Vonis Lepas Terdakwa Kasus Dugaan Penipuan & Penggelapan Jual Beli Tanah Rp1,1 M

Majelis hakim PN Pekanbaru menjatuhkan vonis lepas (onslag) terhadap Sri Deviyani, terdakwa dalam kasus penipuan dan penggelapan jual beli tanah

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Ariestia
Internet
Majelis hakim PN Pekanbaru menjatuhkan vonis lepas (onslag) terhadap Sri Deviyani, terdakwa dalam kasus penipuan dan penggelapan jual beli tanah 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Majelis hakim PN Pekanbaru menjatuhkan vonis lepas (onslag) terhadap Sri Deviyani, terdakwa dalam kasus penipuan dan penggelapan jual beli tanah senilai Rp1,1 miliar, Senin (6/9/2021).

Vonis itu dibacakan majelis hakim yang diketuai Iwan Irawan dalam sidang Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Saat pembacaan amar putusan, hakim menyatakan jika terdakwa terbukti bersalah melanggar hukum, namun perbuatannya bukan tindak pidana.

Terkait hal ini, dibenarkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Julia Rizki Sari.

"Iya, putusannya onslag. Tadi pembacaan vonisnya," ujarnya.

Putusan hakim ini nyatanya bertolak belakang dengan tuntutan JPU yang menginginkan terdakwa dihukum 3 tahun penjara. Karena menurut jaksa, perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 378 KUHP sebagaimana tertuang dalam dakwaan kedua.

Atas putusan hakim ini disebutkan JPU, pihaknya menyatakan pikir-pikir. Kendati begitu, jaksa berencana akan mengajukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung (MA) RI.

"Kita kasasi, karena vonisnya lepas," tuturnya.

Sementara itu dalam dakwaan jaksa sebelumnya disebutkan, jika perbuatan terdakwa bermula pada medio September 2012 lalu.

Saat itu, terdakwa datang ke rumah saksi korban Elly Mesra dan menawarkan tanah milik terdakwa seluas lebih kurang 1,2 hektare di Jalan Budi Luhur Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved