Breaking News:

Gadis Cilik Nyaris Jadi Korban Penculikan di Kampar, Ini Penjelasan Guru MDA di Hari Kejadian

Kasus penculikan gadis cilik yang gagal di Kampar masih diselidiki pihak kepolisian. Apa kata guru MDA?

Penulis: Fernando Sihombing | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU.COM/FERNANDO SIHOMBING
Tim PPA Polda Riau dan Kapolsek Tambang Iptu Mardani Tohenes Lesa berbincang dengan Ketua RT Bramantio memverifikasi penculikan anak di Desa Kualu Kampar, Selasa (7/9/2021) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Kasus penculikan gadis cilik yang gagal di Kampar masih diselidiki.

Tim Penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) bersama Kepolisian Sektor Tambang meminta keterangan dari guru MDA, Selasa (7/9/2021).

Guru MDA ditanyai tentang kehadiran ZA di MDA saat hari penculikan, Sabtu (4/9/2021).

Kepala MDA Al Muttaqin, Rusliniati mendapat laporan dari guru jika AZ tidak hadir pada hari penculikan itu.

"Semua guru bilang AZ tidak hadir hari itu," ungkapnya.

Rusliniati baru mendapat kabar bocah perempuan 12 tahun itu diculik tetapi berhasil lolos pada Sabtu malam.

Ketika itu, AZ telah kembali ke rumah dijemput orangtuanya.

Di mata Rusliniati dan guru-guru MDA, AZ adalah anak pintar dan patuh kepada orangtua. Tetapi AZ tergolong anak pendiam.

"Kalau disuruh ke depan, dia nggak mau," katanya.

Rusliniati mendengar informasi beredar yang menyebut ada beberapa anak bersama AZ di dalam mobil penculik.

Tetapi ia tidak begitu merespon karena kebenarannya belum dapat dipastikan.

Menurut Rusliniati, cerita yang diperolehnya jika AZ dibawa pria dewasa.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved