Breaking News:

Pandemi Covid-19 di India Diperparah dengan Kemunculan Virus Nipah, WHO Sebut Lebih Mematikan

Otoritas kesehatan India membunyikan alarm setelah akhir pekan lalu di mana selusin orang terinfeksi dan seorang anak laki-laki berusia 12 tahun menin

Penulis: Firmauli Sihaloho | Editor: Ilham Yafiz
Indranil MUKHERJEE / AFP
Vaksinasi Covid-19 di kamp vaksinasi sementara di dalam sebuah sekolah di Mumbai pada 6 September 2021. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Belum usai Covid-19 mewabah di India, kini muncul wabah baru yang lebih mengerikan.

Otoritas kesehatan India membunyikan alarm setelah akhir pekan lalu di mana selusin orang terinfeksi dan seorang anak laki-laki berusia 12 tahun meninggal karena Virus Nipah.

Virus Nipah hingga kini diketahui belum memiliki vaksin.

Diberitakan Rusia Todai, Selasa (7/9/2021), tim spesialis dikirim ke negara bagian Kerala selatan untuk membantu petugas medis setempat, setelah sampel dari anak yang meninggal kembali menunjukkan hasil positif adanya Virus Nipah.

Sebelum dia meninggal pada hari Minggu, bocah itu telah menunjukkan gejala radang otot otak dan jantung kondisi yang masing-masing dikenal sebagai ensefalitis dan miokarditis.

Sejauh ini, 11 orang di Kerala telah didiagnosis dengan virus zoonosis langka.

Mereka termasuk orang tua anak itu, kerabatnya dan beberapa petugas medis yang merawatnya.

Lebih dari 250 lainnya telah diidentifikasi melalui pelacakan kontak, dan 54 di antaranya dalam kategori berisiko tinggi sehingga diperintahkan untuk mengisolasi diri.

Seberapa berbahayakah Nipah?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa tingkat kematian adalah 40% hingga 75%, tergantung pada kemanjuran sistem kesehatan di wilayah yang terkena.

Sebaliknya, tingkat kematian Covid-19 berkisar antara 1% hingga 2%, menurut data global, meskipun lebih menular.

Nipah menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut, disertai demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan sakit tenggorokan.

Kasus yang parah berkembang menjadi ensefalitis, yang dapat menyebabkan koma dan kematian.

Tidak adanya gejala spesifik pada tahap awal membuat Nipah sulit untuk diidentifikasi, yang sering menyebabkan keterlambatan dalam pelaksanaan tindakan pengendalian dan, dengan demikian, bahkan lebih banyak infeksi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved