Breaking News:

Video Berita

Video: Anak Perempuan di Kampar Kabur dari Dugaan Penculikan, Jadi Geger Karena Ini

Bocah 12 tahun ini diduga diculik dari dekat rumahnya di Perumahan Bumi Kualu Damai II Desa Kualu Kecamatan Tambang.

Penulis: Fernando Sihombing | Editor: aidil wardi

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Seorang anak perempuan berinisial AZ berhasil lolos dari diduga aksi penculikan, Sabtu (4/9/2021).

Bocah 12 tahun ini diduga diculik dari dekat rumahnya di Perumahan Bumi Kualu Damai II Desa Kualu Kecamatan Tambang.

Tribunpekanbaru.com menyambangi kompleks perumahan itu Selasa (7/9/2021). Kepala Kepolisian Sektor Tambang, Iptu.

Mardani Tohenes Lesa bersama Bhabinkamtibmas Kualu dan Tarai Bangun serta Tim Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) turun ke lokasi untuk mengecek kebenaran informasi penculikan tersebut.

Orangtua AZ menyerahkan semua keterangan terkait penculikan putrinya itu ditanyakan kepada Ketua RT 03 RW 02 Desa Kualu, Bramantio. Keluarga masih trauma dan banyak pihak yang menanyakan penculikan tersebut.

"Keluarga serahkan kepada saya, siapapun yang mau bertanya, ditanyakan kepada saya," ungkap Bram, sapaan akrabnya, kepada Tribunpekanbaru.com. Ia menyampaikan informasi sesuai penjelasan yang diterima dari ayah bocah itu, AZ.

Bram menceritakan kabar penculikan itu. AZ pergi ke MDA yang tidak jauh dari rumahnya sekitar pukul 14.00 WIB. Tiba di tempat yang agak sepi, sebuah mobil langsung menarik bocah itu. Lalu kabur.

Orangtua murid Kelas VI SD itu sempat kecarian karena tidak kunjung tiba di rumah sampai lewat jam pulang MDA. Orangtuanya sempat mengecek ke PDTA yang berjarak sekitar 150 meter dari rumahnya. Tetapi PDTA sudah tutup.

Kabar tentang keberadaan putrinya baru diketahui pada pukul 15.00 WIB. "Anak itu menghubungi orangtuanya," kata Bram. Orangtua langsung menjemput AZ.

Menurut Bram, dari cerita bocah itu kepada orangtuanya, bocah itu berhasil meloloskan diri. Bocah kabur dari mobil penculik saat melintas di jembatan perbatasan Pekanbaru-Kampar dekat Pasar Kamis Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang.

Kebetulan jembatan itu cukup tinggi. Sehingga mobil melambat. Ia mengatakan, mobil sempat dua kali berhenti. Kedua, di jembatan itu ketika sopir dan temannya keluar dari mobil sambil menelepon. "Pas mobil berhenti, sopir juga menelepon, anak itu langsung loncat dari mobil dan lari," kata Bram.

Lanjut Bram, bocah itu masih sembunyi setelah kabur sampai mobil berwarna hitam itu pergi. Di dekat jembatan itu ada penjual jus. Bocah itu meminjam telepon penjual jus untuk menghubungi orangtuanya dan memberitahu keberadaannya.

Begitu mendapat telepon AZ, orangtua bocah bergegas menjembut putrinya. AZ tiba di rumahnya sekira pukul 18.00 WIB. Setelah itu, ayah bocah itu AF bercerita kepada Bram saat salat berjamaah di masjid setempat.

Kabar penculikan itu beredar luas. Tetapi yang bikin geger, belakangan beredar informasi bahwa di dalam mobil ada lima anak yang diduga juga korban penculikan.

Bram mengklarifikasi informasi itu tidak benar.

"Dari cerita orangtuanya yang didapat dari anak itu, di mobil itu hanya ada sopir dan temannya dan anak itu," katanya. ( Tribunpekanbaru.com / Fernando Sihombing)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved