Breaking News:

Bapenda Riau Kejar Pemilik Mobil Mewah Penunggak Pajak, Apa Kabar Tunggakan Pajak Mobil Dinas?

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Riau akan memburu mobil mewah di Riau yang menunggak pajak.

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Ilham Yafiz
Dokumentasi Tribun Pekanbaru /Theo Rizky
Ilustrasi Kendaraan Dinas. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Riau akan memburu mobil mewah di Riau yang menunggak pajak.

Sebab pihaknya menemukan ada banyak mobil mewah yang harganya diatas Rp 500 juta yang menunggak pembayaran pajaknya. 

"Potensi pajak mobil-mobil mewah ini cukup besar. Ini yang akan kita kejar, kita akan pilah, kemudian kita cari alamatnya dan kita surati mereka," kata Kepala Bapenda Riau, Herman didampingi Kepala Bidang Pajak, Muhammad Sayoga, Rabu (8/9/2021). 

Herman mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan dan memisahkan data kendaraan berdasarkan harga dan cc kendaraan.

Dari data tersebut lah nanti akan ketahuan berapa banyak mobil mewah di Riau yang menunggak dan siapa saja pemilik serta alamat lengkapnya. 

"Kita akan pilah dulu mana yang masuk kategori mobil mewah itu, kalau harganya diatas Rp 500 juta sudah bisa lah kita kategorikan mobil mewah, datanya sudah ada, tinggal kita pilah-pilah saja," ujarnya. 

Setelah itu, pihaknya akan mencari alamat pemilik kendaraan mewah khususnya yang menunggak bayar pajak dan disurati untuk segera membayar tunggakan.

"Nanti datanya juga kita kirim ke Polda Riau. Karena kebanyakan mobil mewah ini kan mereka secara khusus memesan nomor cantik untuk plat kendaraanya," katanya.

Pihaknya mengimbau kepada para pemilik mobil mewah di Riau yang menunggak pembayaran pajaknya agar segera membayarkan pajaknya.

Apalagi saat ini masih berlangsung program pemutihan denda pajak kendaraan bermotor. Sehingga bisa meringankan beban pembayaran yang seharusnya dibayarkan oleh para wajib pajak yang menunggak pajak kendaraan bermotornya.  

"Kita heran juga, masak beli mobil mewah pakai nomor cantik bisa, tapi bayar pajak tak bisa, pesan nomor cantik itu bisa sampai Rp 15 juta, tapi pajaknya tak bayar," ujarnya.

Herman menegaskan, upaya ini dilakukan sebagai terobosan untuk mengejar potensi pendapatan dari sektor pajak kendaraan bermotor. Sebab saat ini banyak potensi pajak kendaraan bermotor yang belum tergarap maksimal. 

Termasuk pajak kendaraan bermotor plat merah milik pemerintah daerah di Riau yang tunggakanya mencapai Rp 20 miliar dengan jumlah kendaraan dinas yang menunggak mencapai 8 ribu unit. 

"Itu salah satu upaya kita untuk meningkatkan pendapatan daerah di sektor pajak," katanya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved