Breaking News:

Kisruh Kompensasi Caleg Gagal PAN Riau, Said Usman Tolak Kompensasi, Langsung Surati Zulkifli Hasan

Kisruh kompensasi Caleg gagal PAN Riau berlanjut, Said Usman tolak kompensasi dan langsung surati Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Nolpitos Hendri
Istimewa
Kisruh Kompensasi Caleg Gagal PAN Riau, Said Usman Tolak Kompensasi, Langsung Surati Zulkifli Hasan. Foto: Caleg PAN Dapil Kota Pekanbaru Said Usman Abdullah memperlihatkan surat dari DPP PAN, Senin (6/9/2021). Insert Ade Hartati. 

Sebagaimana diatur dalam surat tersebut Caleg Gagal yang berhak menerima kompensasi minimal meraih 10 persen suara di Pemilu dan satu suaranya dibayarkan Rp15 ribu itu adalah kewajiban Caleg terpilih diberikan kepada yang tidak terpilih.

Hanya saja di Pekanbaru sampai saat ini belum dijalankan surat tersebut, padahal pada poin berikutnya dijelaskan, bila tidak dijalankan setelah dua tahun dilantik maka Caleg terpilih diberikan sanksi Pergantian Antar Waktu (PAW).

Caleg PAN Dapil Kota Pekanbaru Said Usman Abdullah membongkar surat dari DPP PAN tersebut, ia mempertanyakan surat itu ke DPP PAN , karena tidak juga direalisasikan di daerah.

"Sampai sekarang tidak pernah komunikasi dan konfirmasi ke saya soal surat ini, harusnya DPW PAN Riau menyelesaikan dan saya hanya meminta konsistensi partai saja," jelas Said Abdullah yang memiliki suara 8.514 suara dan berhak menerima kompensasi atau penghargaan itu.

Menurut Said Usman , ia sudah mencoba komunikasi dengan ketua DPW PAN Riau Alfedri dan menghubungi ajudan Ketua DPW PAN Riau tersebut namun tidak ada respon.

Bahkan SUA begitu sapaan akrabnya juga sempat menyuruh kader untuk mempertanyakan itu, namun tidak ada tanggapan.

"Kalau disuruh saya komunikasi ke sana ke sini itu bukan tugas saya, saya hanya meminta itikad baik partai karena ini adalah surat dari DPP PAN ," ujar Said Usman.

Said Usman juga mempertanyakan apakah surat tersebut benar atau hanya hiburan kepada Caleg Gagal saja.

"Apakah surat DPP PAN ini bisa digunakan atau hanya hiburan saja, saya hanya butuh kejelasan," ujarnya.

Said Usman juga mengaku pernah difasilitasi sekretaris lama Tengku Zulmizan Assegaf tanggal 30 Oktober 2020 lalu dan saat itu disepakati akan diangsur Ade Hartati namun ternyata tidak ada realisasi.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved