Breaking News:

Warga Sekar Mawar Inhu Diajak Tukar Sampah Jadi Makanan

Warga Sekar Mawar Inhu diajak tukar sampah untuk jadi makanan. Inisiasi ini untuk membiasakan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.

Penulis: Alex | Editor: Ariestia
TribunPekanbaru/TheoRizky
Warga Sekar Mawar Inhu diajak tukar sampah untuk jadi makanan. Inisiasi ini untuk membiasakan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. FOTO: Sejumlah sampah menumpuk. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Warga Sekar Mawar Inhu diajak tukar sampah untuk jadi makanan.

Sampah memang masih menjadi persoalan di berbagai wilayah Provinsi Riau, tak terkecuali di kawasan Sekar Mawar, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (kukerta) Universitas Riau yang saat ini melaksanakan bakti masyarakat di sana kemudian menginisiasi aksi tukar sampah jadi makanan, untuk membiasakan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.

"Kami mencoba melakukan suatu terobosan baru dengan menciptakan progarn kerja tukar sampah jadi makanan. Tujuannya adalah untuk memanimalisir sampah yang ada di Kelurahan Sekar Mawar ini," kata salah Ketua Kukerta Sekar Mawar, Angga Arona kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (8/9/2021).

Foto para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau membuat sejumlah program, salah satunya tukar sampah jadi makanan di Kelurahan Sekar Mawar, Kecamatan Pasir Penyu, Indragiri Hulu.
Foto para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau membuat sejumlah program, salah satunya tukar sampah jadi makanan di Kelurahan Sekar Mawar, Kecamatan Pasir Penyu, Indragiri Hulu. (Istimewa)

Dikatakan Angga, semua warga dipersilakan untuk datang dan menyumbangkan sampah plastiknya yang berupa sampah rumah tangga seperti botol dan plastik.

Selanjutnya para mahasiswa membuat sejumlah menu makanan, bahkan juga berupa nasi bungkus, sehingga para masyarakat tertarik untuk menukarkan sampahnya.

"Makanan yang kami buat ada pudding, dendeng pucuk ubi dan juga nasi bungkus. Penukaran ini yaitu 5 kg sampah dapat dtukar dengan pudding dan dendeng pucuk ubi sedangkan 10 kg sampah ditukar dengan satu nasi bungkus," ujarnya.

Ia menambahkan, sampah plastik sering kali dibuang di jalan, juga saluran pembuangan, tanah lapang dan juga yang paling riskan adalah di sungai, yang menjadi tempat pembuangan sampah.

"Semoga dengan kegiatan ini diharapkan dapat membantu mengubah kebiasaan masyarakat tersebut. Sampah-sampah ini setelah dikumpulkan akan didaur ulang bersama ibu-ibu PKK Sekar Mawar menjadi kerajinan tangan," tuturnya. (Tribunpekanbaru.com/Alexander)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved