Breaking News:

Anggota DPRD Riau Ajak Kadiskes Riau Camping di Kemenkes karena Vaksinasi Covid-19 di Riau Rendah

Anggota DPRD Riau ajak Kepala Dinas Kesehatan Riau atau Kadiskes Riau camping di Kemenkes, gara-gara capaian Vaksinasi Covid-19 di Riau rendah.

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Anggota DPRD Riau Ajak Kadiskes Riau Camping di Kemenkes karena Vaksinasi Covid-19 di Riau Rendah. Foto: Tenaga medis sedang menyuntikkan vaksin Covid-19 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Anggota DPRD Riau ajak Kepala Dinas Kesehatan Riau atau Kadiskes Riau camping di Kemenkes, gara-gara capaian Vaksinasi Covid-19 di Riau rendah.

Anggota DPRD Riau menggelar hearing bersama Kadiskes Riau terkait perkembangan Vaksinasi Covid-19 di Riau pada Kamis (9/9/2021).

Dalam hearing Anggota DPRD Riau dengan Kadiskes Riau itu terungkap bahwa realisasi Vakasinasi Covid-19 di Riau baru 25 persen untuk dosis pertama, sedangkan dosis kedua baru 16,6 persen.

Dari data Diskes Riau pada hearing tersebut, diketahui bahwa Vaksinasi Covid-19 di Riau dari target 4.475.860, persentase vaksin pertama baru diangka 25 persen sedangkan untuk vaksin kedua baru diangka 16,6 persen.

"Kita masuk nomor urut 20, nomor satu DKI, nomor dua Bali, nomor tiga bahkan Kepri, kita jauh berada nomor 20," ujar Wakil Ketua DPRD Riau, Agung Nugroho.

Agung meminta jangan hanya sibuk buat acara seremonial vaksin saja.

Terutama hanya memberi vaksin pertama saja, sedangkan untuk berikutnya susah dapat.

"Vaksin kedua malah tak dapat, karena lama nunggunya, kalau sampai lebih dari 3 bulan, itu gimana, apakah efektif lagi jangka waktunya untuk vaksin kedua," ujar Agung.

Agung Nugroho kemudian mengajak agar Kadiskes untuk bersama-sama menjemput bola ke pusat, bila perlu untuk 'berkemah' di Menkes agar vaksin ditambah.

"Kita mengajak, kalau perlu kita bersama ke pusat dan berkemah ke pusat. Kita jemput bola," jelas Agung.

Sementara itu, sekretaris Komisi V DPRD Riau, Sulastri, juga menanyakan kendalanya dari vaksinasi, apakah memang vaksin kosong atau  distribusi vaksin yang menjadi kendala.

Kadiskes Riau, Mimi Nazir mengatakan, bahwa pihaknya melalui pimpinan (gubernur) sudah melakukan upaya jemput bola.

"Memang vaksin ini alokasi yang dilakukan oleh pusat, kan pusat melihat 34 provinsi.

Jadi memang kita berharap agar pemerintah pusat mengirimkan lebih lagi vaksin ke Riau," ujar Mimi.

Mimi sendiri seusai RDP mengaku mendukung wacana tersebut, dan siap jika memang hal tersebut dilakukan. ( Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved