Breaking News:

Masyarakat Keberatan Tidak Dapat Ganti Rugi, Pembangunan Pipa Minyak Blok Rokan Terhenti

Sekitar 25 warga masyarakat di Rohil tidak dapat ganti rugi merasa keberatan sehingga pembangunan pipa minyak Blok Rokan terhenti.

Penulis: Teddy Tarigan | Editor: Ariestia
Istimewa
Sekitar 25 warga masyarakat di Rohil tidak dapat ganti rugi merasa keberatan sehingga pembangunan pipa minyak Blok Rokan terhenti. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, ROHIL - Sekitar 25 warga masyarakat di Rohil tidak dapat ganti rugi merasa keberatan sehingga pembangunan pipa minyak Blok Rokan terhenti.

Penanaman Pipa Minyak Blok Rokan yang akan dilakukan oleh PT Pertamina Gas di daerah Kepenghuluan Bangko Permata dan Bangko Jaya, Kecamatan Bangko Pusako, kabupaten Rokan Hilir (Rohil) harus terhenti.

Berhentinya pengerjaan karena mendapar penolakan oleh masyarakat yang keberatan tanah mereka yang terdampak penanaman pipa gas tidak disertai dengan ganti kerugian tanah oleh pihak PT Pertamina Gas.

Sekitar 25 warga setempat yang keberatan atas hal tersebut dan memasang memasang plang larangan agar pembangunan pipa gas tidak lagi dilakukan.

Kuasa hukum dari masyarakat Desa Bangko Permata Suardi saat dikonfirmasi Tribun Selasa (8/9/2021) menjelaskan pihak PT Pertamina Gas hanya baru memberikan ganti kerugian terhadap tanaman dan bangunan yang berada di tanah masyarakat, bahkan ada juga yang belum di berikan ganti rugi.

"Masyarakat keberatan bahwasannya tanahnya tidak diganti, pihak kontraktor dari Pertagas memasang pipa, dari hasil rapat sebelumnya bila ada masyarakat keberatan bisa melakukan upaya hukum, tapi pengerjaanya masih stop," ujarnya.

Sekitar 25 warga masyarakat di Rohil tidak dapat ganti rugi merasa keberatan sehingga pembangunan pipa minyak Blok Rokan terhenti.
Sekitar 25 warga masyarakat di Rohil tidak dapat ganti rugi merasa keberatan sehingga pembangunan pipa minyak Blok Rokan terhenti. (Istimewa)

Dikatakannya terkait masalah ini pihaknya masih melakukan upaya mediasi dengan pihak Pertamina Gas dan menunggu keputusan

"Kita sudah mediasi dengan Pertagas, dan saat ini sedang menunggu apakah kita dikasi untuk mendapatkan hak kita," ujarnya.

Walaupun demikian sembari menunggu hasil keputusan tersebut, pengerjaan pipa gas tetap dihentikan.

"Bahasa mereka menunggu hasil dari pusat, intinya mereka tetap merespon, responnya sebelum duduk selesai mediasinya jangan dilakukan pengerjaan, itu kemarin bahasa dari pihak Pertagas," jelasnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved