Breaking News:

Pemuda Tumbal Pesugihan Di Gowa Ternyata Sempat Daftar Jadi Tentara, Babinsa Ungkap Ucapan Pelaku

DS diduga tewas setelah dicekoki air garam sebanyak dua liter dan dianiaya, sehari sebelum bola mata bocah 6 tahun itu dianiaya pada Selasa (31/8/2021

tribunbali
ilustrasi pesugihan 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Personel TNI yang bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) mengungkap fakta-fakta yang mencurigakan atas kematian abang kandung dari AP (6), bocah yang matanya dicungkil untuk tumbal pesugihan keluarganya.

DS diduga tewas setelah dicekoki air garam sebanyak dua liter dan dianiaya, sehari sebelum bola mata bocah 6 tahun itu dianiaya pada Selasa (31/8/2021) lalu.

Tak merasa berduka, keesokan harinya kerluarga aneh itu pun kembali melanjutkan ritual mereka dengan menumbalkan bola mata AP.

Jasad DS pun terlihat menunjukan adanya penganiayaan berat.

Babinsa Keluarahan Gantarang 1409-04, Koramil Tinggimoncong, Serda Murdani mengaku sempat melihat kondisi wajah jenazah kakak korban yang berinisial DS.

Kala itu, Murdani datang melayat pada Selasa (31/8/2021) lalu.

Namun, dia mengaku tidak mengetahui penyebab pasti penyebab kematian almarhum.

"Kakak korban itu meninggal dunia pada malam hari. Tidak tahu Itu penyebabnya kenapa saya cuman datang melayat."

"Sempat saya lihat kondisi (DS) tapi saya tidak ambil dokumentasi karena menjaga perasaan pihak keluarga yang berduka," jelasnya saat ditemui di Makodim Gowa, Rabu (8/9/2021).

Kala itu, Murdani melihat wajah DS penuh lebam.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved