Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Bupati Inhu Ajak Lestarikan Alam TNBT sambil Menikmati Manisnya Kopi Aren

Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) yang luasnya mencapai 144.223 hektar menyimpan potensi kekayaan alam yang besar. Oleh karena itu harus dijaga

Penulis: Bynton Simanungkalit | Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.COM, RENGAT - Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) yang luasnya mencapai 144.223 hektar menyimpan potensi kekayaan alam yang besar. Oleh karena itu harus dijaga kelestarian alamnya.

Pesan inilah yang disampaikan oleh Bupati Indragiri Hulu (Inhu), Rezita Meylani Yopi saat meresmikan pelatihan pengolahan produk aren untuk kelompok tani hutan Bina Lestari Aren di Desa Talang Lakat, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Inhu, Rabu (8/9/2021).

Pada kesempatan itu, orang nomor satu di Kabupaten Inhu itu juga menyempatkan menikmati salah satu produk olahan aren, yakni kopi aren.

Pelatihan tersebut digelar oleh Balai TNBT untuk 25 orang anggota kelompok tani. Seperti yang disampaikan oleh Plh Kepala Balai TNBT, Azmardi 58,5 persen dari total luasan TNBT saat ini berada di Kabupaten Inhu. Sebagian areal penyangga tersebut tumbuh subur pohon aren yang hasilnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang tinggal di sekitar areal penyangga.

"Hasil dari pohon aren ini sangat besar, rata-rata masyarakat memiliki 20 sampai 30 pokok aren dengan hasil nira mencapai 500 liter per hari," ujar Azmardi. Namun selama ini, pemanfaatan produk aren hanya sebatas mengolah air nira menjadi minuman tradisional yang difermentasikan.

Oleh karen itu, pelatihan tersebut diharapkan dapat memberikan peluang bagi masyarakat yang tinggal di kawasan penyangga TNBT untuk menciptakan ragam produk olahan aren.

Tujuannya adalah untuk peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus melestarikan alam. Tidak tanggung-tanggung, Balai TNBT juga mendatangkan pelatih dari Balai Diklat Kehutanan untuk memberikan pengetahun kepada warga tentang teknik pengolahan produk aren dan juga pelestarian aren.

Sejalan dengan itu, Rezita Meylani Yopi mengapresiasi pelatihan yang digelar oleh Balai TNBT. Dalam sambutannya, Rezita mengatakan Pemerintah Kabupaten Inhu juga memprogramkan peningkatan ekonomi masyarakat melalui pemasaran produk UMKM. Oleh karena itu dirinya menyarankan, selain melatih pengolahan produk juga harus dipersiapkan kemasan yang menarik.

"Secara kualitas produk UMKM Inhu tidak kalah dengan daerah lain, namun pengemasannya kurang menarik. Sehingga harus dipikirkan bagaimana membuat kemasan yang menarik," ujar perempuan termuda yang menjabat Bupati itu. Oleh karena itu, Rezita mengatakan bahwa Pemkab Inhu berupaya semaksimal mungkin memberikan bantuan kepada masyarakat untuk melakukan pemasaran produk UMKM, salah satunya menyediakan sentra pemasaran produk UMKM yang ada di Kecamatan Rengat.

"Di Kecamatan Rengat saat ini ada rumah promosi yang menjadi sentra oleh-oleh terbesar di Inhu. Hasil UMKM masyarakat Talang Lakat nanti bisa dititipkan di sana, dan bisa kami bantu jualkan," ujar Rezita.

Setelah membuka secara resmi pelatihan pengolahan aren, Rezita juga menyampatkan mencicipi langsung kopi aren yang dimasak oleh peserta pelatihan. Kopi aren tersebut sebelumnya dimasak di atas kuali. Dengan santai, orang nomor satu di Kabupaten Inhu itu menikmati olahan kopi aren di dekat tungku memasak.

( Tribunpekanbaru.com /Bynton Simanungkalit)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved