Breaking News:

Kisruh Pedagang dan Pengelola STC, Ini yang Disarankan Disperindag Kota Pekanbaru

Menanggapi kisruh antara pedagang dan pengelola Sukaramai Trade Centre (STC), Disperindag Pekanbaru menyarankan agar diselesaikan dengan musyawarah

Penulis: Fernando | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU.COM/DODI VLADIMIR
Sempat menggelar demo, para pedagang di Sukaramai Trade Centre (STC) Pekanbaru kembali beraktivitas, Kamis (9/9/2021). Kisruh antara pedagang dan pengelola STC, Disperindag Kota Pekanbaru sarankan ini. 

Kepala Cabang PT.Swarna Internusa Pertiwi Pekanbaru, Lina mengatakan bahwa idealnya penyesuaian besaran service charge ini di atas Rp 120.000 per meter.

Sedangkan saat ini besaran service charge mencapai Rp 70.000 per meter.

"Kami pun mempertimbangkannya berapa, nanti kami sampaikan," jelasnya.

Dirinya mengatakan, penyesuaian besaran service charge menjadi Rp 95.000 per meter.

Ia menyebut pemberlakuannya masih dalam pembahasan sebab rencananya diberlakukan pada akhir tahun atau awal tahun depan.

"Pembayarannya akhir tahun atau awal tahun, saat ini service charge masih normal," ujarnya.

Lina mengatakan bahwa penyesuaian ini tidak bisa dihindari agar pengelola bisa menjalankan aktivitas STC dengan lancar.

Pihaknya bakal menyampaikan hal ini kepada para pedagang di STC.

Pengelolaan gedung ini mengharuskan gedung dirawat hingga tahun 2046 mendatang. Maka penyesuaian besaran service charge pun dilakukan.

Service charge ini untuk keamanan, kebersihan hingga perawatan gedung.

"Kalau dari sekarang kita tidak buat sedemikian bagusnya, kan sayang. Ini milik kita juga di dalam STC," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru, Firdaus mengatakan, pemerintah kota tidak bisa masuk lebih dalam terkait permasalahan antara pedagang dan pengelola STC.

Namun ia berharap kesulitan yang dialami pedagang dan pengelola bisa dipahami bersama.

"Kita berharap pengelola lebih bijak menghadapi situasi ini. Di dalam sulit, pengelola mengalami kesulitan, pedagang juga mengalami kesulitan, maka bijak dalam menentukan sikap," jelasnya.

Pengelola mungkin bisa memberi keringanan bagi pedagang. Adanya keringanan tentu mempertimbangkan kemampuan dari pedagang dan kebutuhan pengelola.

"Sebagai kepala daerah hanya bisa mengimbau kedua belah pihak untuk bijak dan sabar, ini ujian," paparnya.

Kota Pekanbaru kini memasuki PPKM level 3. Ia berharap kondisi ini bisa memulihkan perekonomian ke depan.

Firdaus menyebut bahwa kondisi perekonomian berangsur pulih terutama sektor ekonomi kerakyatan.

( Tribunpekanbaru.com / Fernando Sikumbang )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved