Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Polisi Datang, Para Penambangan Emas Ilegal di Kuansing Berhamburan Terjun ke Sungai

Siang itu, patroli dilakukan di sepanjang Sungai Batang Kuantan yang ada di Kecamatan Benai. Kala itu, ditemukan lima unit rakit penambangan emas ileg

Penulis: Dian Maja Palti Siahaan | Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.COM, TELUK KUANTAN - Sejumlah pekerja penambangan emas ilegal di Kecamatan Benai, Kuansing kabur dengan cara terjun ke Sungai. Ini terjadi pada Rabu siang (8/9/2021) kala petugas dari kepolisian melakuka patroli.

Para penambang terjun ke Sungai Batang Kuantan kala mengetahui petugas dari Polsek Benai dan Polres Kuansing datang. Mereka menyelamatkan diri dari kejaran petugas.

Kejadian tersebut terjadi pada Rabu siang (8/9/2021) sekitar pukul 11.30 wib dialiran sungai Batang Kuantan, antara tebing Desa Pulau Tongah dan Desa Pulau Kalimanting Kecamatan Benai. Patroli sendiri dipimpin Kapolsek Benai Iptu Donal Jonson Tambunan, SH.

Siang itu, patroli dilakukan di sepanjang Sungai Batang Kuantan yang ada di Kecamatan Benai. Kala itu, ditemukan lima unit rakit penambangan emas ilegal yang sedang istirahat.

Rakit tersebut berjarak sekitar 25 meter dari tebing Desa Pulau Tongah, Kecamatan Benai.

Saat itu, para pekerja rakit dompemg emas ilegal juga sedang istirahat. Ternyata para pekerja mengetahui kedatangan petugas. Langsung cebur ke sungai dan mereka lun lolos dari kejaran petugas.

"Langsung terjun ke Sungai melarikan diri," kata Kapolres Kuansing AKBP Rendra Oktha Dinata S.Ik M.Si melalui Kasubbag Humas Tapip Usman SH pada Tribunpekanbaru.com, Kamis (9/9/2021).

Kemudian para pekerja tersebut berenang menyelamatkan diri ke hilir sungai Batang Kuantan dan menyeberang ke tebing sebelahnya yaitu Desa Pulau Kalimanting.

Petugas pun meminjam sampan kecil milik masyarakat yang ada di pinggir sungai kuantan untuk digunakan menuju ke rakit dompemg emas ilegal. Hanya dua rakit yang bisa ditarik sedangkan tiga rakit lainnya tidak bisa karena daerasnya air aliran sungai.

"Dua unit rakit yang berhasil ditarik di rusak agar tidak bisa digunakan lagi," katanya.

( Tribunpekanbaru.com / Palti Siahaan)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved