Breaking News:

Video Berita

Viral Video Ribuan Burung Pipit Berjatuhan di Atas Kuburan, BKSDA Sebut Ini Pertama Kali

Ribuan burung tersebut berjatuhan di atas sebuah kuburan. Burung pipit tersebut ada yang mati dan ada juga yang bergerak namun tak bisa terbang

Editor: jefri irwan

TRIBUNPEKANBARU.COM - Sebuah fenomena aneh tapi nyata terjadi di Banjar Sema Pring, Kabupaten Gianyar, Bali.

Terekam dalam video yang viral di media sosial, ribuan burung pipit jatuh berhamburan.

Fenomena aneh tersebut lantas menggegerkan warga sekitar.

Dalam video terlihat, ratusan burung tersebut berjatuhan di atas sebuah kuburan.
Dalam video terlihat, ribuan burung tersebut berjatuhan di atas sebuah kuburan. (YouTube Tribun Kaltim)

Dalam video terlihat, ribuan burung tersebut berjatuhan di atas sebuah kuburan.

Burung pipit tersebut sebagian ada yang mati dan ada juga yang bergerak namun tak bisa terbang.

Seorang pria yang ada di video tersebut juga terdengar mengatakan, kondisi di wilayah tersebut saat itu tak hujan.

Saat dikonfirmasi, Kasubag Tata Usaha Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali Prawono Meruanto mengatakan fenomena tersebut baru pertama kali terjadi di wilayahnya.

Karena belum pernah terjadi sebelumnya, fenomena itu pun dianggap sebagai hal yang aneh.

Baca juga: Fenomena Aneh Di Gianyar, Ribuan Burung Pipit Tewas Berjatuhan Di Kuburan Saat Hujan Lebat

"Jadi, sebuah hal yang aneh juga kalau melihat kondisi burung-burung seperti itu (berjatuhan). Artinya, kita tidak tahu, (apa) jatuh langsung, kita juga tidak tahu. Ini baru pertama yang saya ketahui," terangnya.

Dikutip dari Kompas.com, Kamis (9/9/2021), untuk mengetahui penyebabnya, pihak BKSDA Bali akan menerjunkan tim untuk mengidentifikasi.

"Mungkin dengan sebab-sebab lain yang kita tidak ketahui sebelumnya. Nanti mungkin teman-teman akan mencoba ke lapangan untuk melihat kondisi dan keadaan yang terjadi di lapangan," kata dia, Kamis.

Ia menduga penyebab jatuhnya ribuan burung pipit tersebut karena kejadian alam salah satunya kandungan asam yang cukup tinggi.

Namun ia sendiri masih belum bisa memastikan penyebab utama terjadinya fenomena tersebut.

"Tapi kalau kita bicara kondisi dan kejadian alam, bisa dikatakan mungkin waktu hujan itu mengandung asam yang cukup tinggi. Sehingga mengakibatkan burung-burung berjatuhan, bisa saja seperti itu," kata Meruanto. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com

Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved