Breaking News:

Tetangga Murka, Ucapan Kasar Bikin Remaja di Inhu Kehilangan Nyawa, Brutal Bagian Ini Dipenggal

Tetangga murka gara-gara ucapan kasar hingga tega hilangkan nyaea remaja di inhu dengan cara brutal

TRIBUNPEKANBARU/BYNTON SIMANUNGKALIT
Pelaku yang menghilangkan nyawa remaja 14 tahun di Kecamatan Batang Gansal Kabupaten Inhu digiring polisi bersenjata laras panjang. 

Sebelumnya, saat korban tak kunjung pulang hingga keluarga kebingunan mencari, pelaku pura-pura ikut mencari.

Kapolres Inhu AKBP Bachtiar Alponso menerangkan saat korban dinyatakan hilang warga komplek perumahan karyawan tersebut bersama-sama mencari korban pada Jumat (27/8/2021).

Tidak merasa bersalah, pelaku juga berpura-pura sibuk ikut melakukan pencarian.

Setelah korban ditemukan, pihak keluarga melaporkan kejadian pembunuhan ini ke aparat kepolisian.

Setelah menerima laporan, tim gabungan Jatanras Polda Riau, Polres Inhu, dan Polsek Batang Gansal turun ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan.

"Saat tim menginterogasi sejumlah saksi-saksi, pelaku sempat berupaya mengaburkan penyelidikan dengan menuduh seseorang," kata Alponso.

Bahkan tim di lapangan, sempat mengarahkan penyelidikan ke orang yang disebutkan pelaku.

Namun orang yang disebut tersebut sudah pergi dari komplek tersebut dan nomor selularnya juga sudah tidak aktif.

Meski begitu, Polisi tetap melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan bukti-bukti serta keterangan saksi-saksi.

Berdasarkan hasil penyelidikan, Polisi mengetahui bahwa pelaku telah menjual handphone milik pelaku.

Hingga akhirnya Polisi mulai mengarahkan penyelidikan terhadap pelaku.

"Berdasarkan bukti-bukti yang kita peroleh dan keterangan saksi, akhirnya kita mengetahui bahwa PM adalah pelakunya," kata Alponso.

Saat diamankan tim gabungan pada Jumat (3/9/2021), PM sempat berupaya mengelak dan terus membantah dirinya adalah pelaku pembunuhan anak tersebut.

Namun tim tidak begitu saja percaya dengan keterangan pelaku.

Setelah menunjukan sejumlah bukti dan keterangan saksi yang dikumpulkan tim, akhirnya pelaku tidak dapat mengelak saat diinterogasi.

Kapolres mengungkapkan tersangka akan dijerat pasal 80 ayat (3) junto 76C undang-undang nomor 35 tahun 2014 perubahan undang-undang nomor 23 tahun 2002.

Ttentang perlindungan anak dan pasal 340 atau 338 Kitab Undang-undang Hukum (KUH) Pidana dengan ancaman hukumana 20 tahun penjara.

Polres Inhu Berupaya Ungkap Sejumlah Kasus Pembunuhan

Aparat Polres Indragiri Hulu (Inhu) baru saja mengungkap tindak pidana pembunuhan terhadap seorang remaja berinisial BFR (14), warga komplek perumahan karyawan PT PAL, Divisi I, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Inhu.

Pelakunya tak lain adalah tetangganya sendiri, yakni PM (29).

Tidak butuh waktu lama bagi Polres Inhu yang dibantu oleh Jatanras Polda Riau untuk mengungkap perkara ini.

Berdasarkan kronologis kejadian pembunuhan tersebut, BFR dinyatakan dibunuh pada Jumat (27/8/2021) lalu.

Pada Jumat (3/9/2021) tim gabungan Jatanras Polda Riau, Polres Inhu, dan Polsek Batang Gansal menangkap pelaku.

Pengungkapan ini menjadi prestasi bagi Kapolres Inhu, AKBP Bachtiar Alponso yang baru dua bulan menjabat.

Meski begitu, Alponso mengungkapkan pihaknya bekerja cepat untuk melakukan pengungkapan tersebut.

Namun masih ada sejumlah kasus pembunuhan di Kabupaten Inhu yang masih menunggu untuk diungkap.

Oleh karena itu, Alponso mengatakan kepada awak media bahwa pihaknya akan berupaya mengungkap kasus pembunuhan lainnya yang ada di Kabupaten Inhu.

"Akan kami pelajari lagi kasusnya seperti apa, karena setiap perkara pembunuhan itu berbeda-beda ada yang cepat terungkap namun ada yang membutuhkan pendalaman lebih jauh," ujarnya.

Namun Kapolres Inhu mengungkapkan bahwa pihaknya serius dalam mengungkap kasus yang ada di Kabupaten Inhu.

Minta Orangtua Tingkatkan Pengawasan Terhadap Anak

Kasus pembunuhan yang terjadi terhadap anak di Kecamatan Batang Gansal menyisakan kesedihan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Hanya karena persoalan sakit hati karena si anak berkata tidak sopan, membuat pelaku nekat melakukan mutilasi terhadap si korban.

Selain kasus pembunuhan tersebut, baru-baru ini juga terjadi kasus pembuangan bayi yang dilakukan siswi SMA. Malangnya lagi, bapak si bayi tersebut belum terungkap hingga kini.

Untuk itu Kapolres Inhu, Bachtiar Alponso menaruh perhatiannya terhadap kasus anak yang ada di Kabupaten Inhu.

Menurutnya ada tiga elemen penting yang bertanggungjawab dalam hal pengawasan anak.

"Terkait dengan perlindungan anak ada tiga hal yang bertanggungjawab, pertama orangtua, kedua pemerintah dan guru, dan ketiga adalah aparat," ujarnya.

Menurut Alponso, orangtua memiliki tanggungjawab dalam melakukan pengawasan terhadap anak.

"Orangtua harus tahu persoalan atau permasalahan yang dihadapi si anak, orangtua harus sering mengajak anak berbicara. Contoh kasus hamilnya siswi SMA kemarin, bagaimana orangtua tidak tahu bahwa anaknya sudah hamil selama ini," ujar Alponso.

Kedua adalah peran pemerintah dan dinas pendidikan atau guru untuk mendidik sekaligus mengawasi anak.

Ketiga adalah peran aparat dalam memberikan sosialisasi imbauan ke sekolah-sekolah.

"Sosialisasi yang disampaikan berkenaan dengan hukum yang akan menjerat pelaku, namun juga dibarengi dengan motivasi positif kepada para siswa agar para siswa tersebut bisa sukses," kata Alponso.

( Tribunpekanbaru.com / Bynton Simanungkalit )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved