Breaking News:

Video Berita

VIDEO Pengendara Nekat Gelayutan di Motor, Debt Collector Sekarang Bisa Tarik Paksa Motor Kreditan

Sehingga, jika di awal kreditur dan debitur sepakat dengan penyitaan jika ada masalah, proses eksekusi tak perlu lagi dilakukan melalui pengadilan

Editor: didik ahmadi

TRIBUNPEKANBARU.COM-- Sekarang Debt Collector udah bisa tarik paksa motor kreditan tanpa harus menunggu keputusan pengadilan.

Saat ini marak berita penarikan paksa motor kredit oleh berujung pengeroyokan terhadap Debt Collector.

Debt Collector menarik paksa motor yang menunggak kredit di jalan raya saat dikendarai pemiliknya.

Ulah ini sering dimanfaatkan oleh oknum begal motor, untuk mengambil motor dari pemiliknya.

Sehingga penarikan motor secara paksa oleh Debt Collector sangat meresahkan masyarakat.

Saat ini industri pembiayaan (leasing) kini mendapat kepastian bisa langsung menyita barang yang kreditnya bermasalah.

Hal ini merujuk putusan Mahkamah Konsititusi (MK) 31 Agustus lalu, yang menyatakan eksekusi sertifikat jaminan fidusia melalui pengadilan negeri hanya sebuah alternatif.

Sehingga, jika di awal kreditur dan debitur sepakat dengan penyitaan jika ada masalah, proses eksekusi tak perlu lagi dilakukan melalui pengadilan.

"Diharapkan multitafsir eksekusi jaminan fidusia kini menjadi jelas dan eksekusi melalui putusan pengadilan hanya alternatif atau pilihan bagi penerima fidusia," kata Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno, dikutip dari Kontan (06/09/2021).

Putusan MK Nomor 2/PUU-XIX/2021 menyebutkan, bagi debitur yang mengakui ada wanprestasi, maka ia bisa menyerahkan sendiri objek jaminan fidusia kepada kreditur.

Halaman
12
Sumber: Gridmotor.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved